Danrem 011 Lilawangsa Kol Inf Ali Imran Temui Prajurit TNI dan Warga Korban Banjir Bandang di Aceh Tamiang

“Malam itu, Saya piket, Pak Komandan, istri dan anak di rumah tertimbun material longsor yang menimpa rumah,” ….
Danrem Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran dan Ketua Persit temui prajurit terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang, Aceh, dalam kunjungan pada Senin (8/12/2025). (Foto: TAGAR/Dok/Fotografer Laung)

TAGAR.id, Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Aceh - Momen haru saat Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Aceh, Kolonel Inf Ali Imran, bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 011 PD IM, Ny. Dini Imran, berkunjung menemui anggota dan keluarga prajurit TNI di Kodim 0117/Aceh Tamiang, Aceh, pada hari Senin (8/12/2025).

Suasana tak biasa menyelimuti rasa duka menyambut kehadiran petinggi Korem 011 itu. Kunjungan Danrem dan istri dari Kota Lhokseumawe, Aceh, menemui prajuritnya dan keluarga terdampak bencana banjir bandang di Aceh Tamiang.

Rasa duka yang mendalam saat mendengar kabar dari Serma Edi Haryanto. Musibah bencana alam banjir bandang terjadi sepekan yang lalu, turut menimpa keluarganya. Takdir berkehendak lain, Serma Edi terpaksa harus menerima kenyataan pahit, karena istri dan ketiga anaknya meninggal dunia karena tertimbun reruntuhan bangunan rumah akibat tanah longsor yang menerpa di saat hujan lebat.

tamiang1Danrem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran bersama Kepala Staf Korem 011/LW, Letkol Inf Andi Ariyanto meninjau rumah prajurit TNI Kodim 0117/Aceh Tamiang yang hancur tertimbun longsor, pasca bencana alam banjir dan tanah longsor melanda Kawasan Aceh Tamiang, Aceh, pada Senin (8/12/2025). (Foto: TAGAR/Dok/Fotografer Laung)

Serma Edi Haryanto menceritakan kronologi singkat kejadian. “Pada malam itu, posisi saya sedang piket di Kodim, Pak Komandan. Sedangkan istri saya, Eka Suyanti, 45 tahun, dan ketiga anak saya, Muhammad Zikri (12), Azkiya Nurrizki (16), dan Dea Alfionika (26) tidur di rumah, kejadian sekitar pukul 22.00 WIB, Pak Komandan, kondisi cuaca hujan dan lampu mati,”

“Keadaan itu, suasana sepi dan tidak ada yang tau karena tidak ada penerangan. Saya mengetahui kejadian itu setelah tetangga saya datang ke penjagaan memberi kabar, bahwa rumah saya roboh. Saya shock, dan bergegas untuk melihat keadaan keluarga, karena mereka di Rumah,” kata Serma Edi.

Setiba di depan rumah, menurur Serma Edi, kondisi rumah sudah hancur, saya teriak sambil mencari istri dan anak-anak saya. “Kondisi malam itu hujan lebat, sementara keluarga saya tertimbun material, saya dan rekan-rekan berusaha mengangkat material, namun tidak sanggup, mau cari bantuan tidak tahu kemana, sementara banjir kian meluas,” sebut Serma Edi dengan haru.

tamiang2Kondisi terkini rumah kedua prajurit TNI Kodim 0117/Aceh Tamiang roboh setelah diterjang tanah longsor mengakibatkan istri dan anak anggota TNI itu meninggal dunia. Kondisi ini pada pada kunjungan hari Senin (8/12/2025). (Foto: TAGAR/Dok/Fotografer Laung)

Begitupun rasa pahit itu dialami Sertu Hamzah Lubis, Ia terpaksa harus kuat kehilangan istri tercinta. Musibah ini merenggut Lelawani (38). Istri dari Sertu Hamzah yang meninggal dunia akibat tertimbun material longsor.

“Rumah hancur. Malam itu istri tidur di kamar, sedangkan anak saya, Persie Bintang Aura Lubis (16) selamat karena tidur di ruang tamu, itupun tertimpa material, amun masih terselamatkan,” ujar Sertu Hamzah Lubis dengan nada sedih.

Momen duka menyelimuti rasa shock trauma Persie Bintang Aura Lubis (16), putra dari Sertu Hamzah Lubis, ia mengaku rasa takut trauma atas peristiwa yang dia alami. “Saya tidur di ruang depan, mama di kamar, ayah lagi piket,” ujarnya dengan nada sedih menceritakan kejadian.

tamiang3Ketua persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 011 PD IM, Ny. Dini Imran beserta pengurus persit Koorcab Rem 011 PD IM menyerahkan bantuan kepada keluarga besar prajurit TNI Kodim 0117/Aceh Tamiang terdampak bencana tanah longsor dalam kunjungan pada Senin (8/12/2025). (Foto: TAGAR/Dok/Fotografer Laung)

Momen haru ini membuat Danrem Kolonel Inf Ali Imran dan rombongan tak kuasa mendengar kisah kejadian yang menimpa keluarga dua anggotanya. Danrem dan istri pun menemui keluarga prajurit yang lain, mereka seluruhnya kehilangan harta benda bahkan tempat tinggal setelah banjir bandang melanda wilayah Kabupaten Aceh Tamiang.

Di sela-sela kunjungan menemui keluarga prajuritnya. Danrem dan istri berupaya terlihat tenang, berusaha membangkitkan semangat mereka. Danrem yang dikenal ramah itu, mencoba menghibur anak-anak dan keluarga prajurit, sembari menunjukan kasih sayang membagikan bingkisan dan bantuan satu truk sembako.

Setelah menemui keluarga prajurit dan menyalurkan sembako. Danrem beserta rombongan melihat kondisi terkini perumahan Asrama TNI Kodim 0117/Aceh Tamiang dengan keadaan miris pasca terendam banjir bandang.

Begitupun kondisi prihatin bangunan Markas Kompi A Batalyon Inf 111/Karma Bhakti beserta perumahan asrama. Danrem menilai kondisi memprihatinkan tak dapat untuk ditempati kembali. Saat ini mereka masih tinggal dalam tenda pengungsian.

tamiang4Bantuan kepada keluarga besar prajurit TNI Kodim 0117/Aceh Tamiang terdampak bencana tanah longsor dalam kunjungan pada Senin (8/12/2025). (Foto: TAGAR/Dok/Fotografer Laung)

Pada kesempatan kunjungan tersebut, Danrem Kol Ali Imran dan rombongan menyempatkan menemui masyarakat di tenda pengungsi berada di halaman Kantor Bupati Aceh Tamiang.

Pasca peristiwa bencana alam banjir bandang terjadi yang telah memporak-porandakan pemukiman penduduk di Kabupaten Aceh Tamiang. Musibah ini drastis merubah keadaan, selain harta benda, mereka harus kehilangan tempat tinggal, bahkan musibah ini merenggut korban jiwa, sedikitnya ratusan jiwa meninggal dunia.

Selain Danrem dan Ketua Persit, turut dalam rombongan, antara lain, Kasrem 011/Lilawangsa, Letkol Inf Andi Ariyanto beserta Wakil Ketua persit beserta para pengurus persit KCK Koorcab Rem 011 PD IM dan rombongan. (Laung), []

Berita terkait
Perkembangan Banjir Aceh Tamiang: Kondisi Darurat, Mobilisasi Penanganan, dan Pentingnya Pemantauan Publik
Kabupaten Aceh Tamiang, salah satu anggota LTKL mengalami banjir dengan intensitas tinggi yang menimbulkan dampak kemanusiaan luas.