Makassar, (Tagar 10/7/2018) - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto akrab disapa Danny, memenuhi panggilan Bawaslu, Senin (9/7) malam. Ia mengklarifikasi dua laporan yang menyatakan dirinya adalah aktor di balik kemenangan kotak kosong dalam pemilihan wali kota Makassar.

Pada Rabu (27/6) hasil hitung cepat (quick count) beberapa lembaga survei menunjukkan kotak kosong unggul, mengalahkan pasangan calon tunggal Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi (Appi Cicu).

Saat itu Danny dan pendukungnya berkumpul di rumah pribadinya di Jalan Amirullah Makassar. Danny beserta keluarganya, juga pendukungnya, melakukan sujud syukur bersama. Sujud syukur itu dilakukan secara terbuka, diliput wartawan sehingga foto-fotonya sedang bersujud tersebar luas.

Dalam pemilihan wali kota Makassar 2018, Moh Ramdhan Pomanto bersama Indira Mulyasari Paramastuti (Diami) sedianya sebagai kontestan, rival Appi-Cicu. Namun karena adanya putusan peradilan, sehingga pencalonannya dibatalkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar.

Ternyata sujud syukur Danny pada Rabu (27/6) membuat lawannya menuduhnya sebagai aktor di balik kemenangan kotak kosong (Koko). Ia dituduh melakukan kampanye terselubung, padahal ia Wali Kota Makassar, bukan kontestan pemilihan wali kota Makassar.

Danny usai diperiksa Bawaslu, menjelaskan perihal tuduhan terhadap dirinya atas laporan yang menyatakan ia mendukung kotak kosong. 

"Yang disampaikan bahwa ada pergerakan dukungan terhadap Koko dari saya. Sebenarnya itu foto-foto pada saat setelah quick count. Sesaat setelah selesai penghitungan suara. Bagaimana bisa saya sujud syukur setelah quick count, terus jumlah suara berubah, nggak mungkin lah, kira-kira seperti itu," kata Danny.

Ia mengatakan, ada beberapa pertanyaan terhadap dirinya terkait dua laporan. 

"Dari laporannya, termasuk saya memenuhi satu undangan komunitas yang kemudian memang mengatasnamakan kolom kosong. Saya mengatakan ketika saya diundang, saya masih menjabat sebagai wali kota, akan tetapi ketika itu materinya bukan terkait kampanye, materinya adalah halalbihalal. Sebagai wali kota tentu saya hadir dong, kan kapasitas saya sebagai wali kota," ujarnya.

Laporan kedua terkait sujud syukur. "Barusan ada masalah hanya karena sujud syukur, padahal sujud syukur itu kan ibadah. Waktu itu saya sampaikan kepada masyarakat bahwa tidak usah keluar. Sujud syukur itu pun bukan ide dari saya, tetapi dari teman-teman saya. Mereka bilang bagaimana kalau kita sujud syukur saja. Saya pun mengiyakan. Kebetulan saat itu sehabis salat, dan kebetulan waktu salat, saya yang pimpin," jelas Danny

Sujud syukur waktu itu menurut Danny adalah dalam rangka. "Masyarakat bahagia wali kotanya juga harus bahagia, kan begitu. Sujud syukur itu juga dalam rangka, setelah quick count ada suara rakyat yang mereka menganggap bahwa suara rakyat dominan, ya mereka bersyukur, saya pun ikut bersyukur juga. Masak rakyatku bahagia, saya tidak ikut bahagia."

Tuduhan Lucu

Danny membantah tuduhan bahwa dirinya aktor di balik kemenangan kotak kosong. Menurutnya itu merupakan tuduhan yang lucu. 

"Justru saya kira terbalik. Kenyataan di lapangan, kami  tidak punya saksi sejak Diami tidak jadi paslon. Tidak pernah ada saya keluarkan uang satu sen pun. Waktu Diami luar biasa pembiayaan karena pemilihan langsung. Kalau kotak kosong, tidak ada sama sekali. Saya tidak pernah turun. Saya sudah komitmen bahwa saya menjaga Pilkada damai," kata Danny

"Kalau ada sebagian yang menyatakan saya aktor kolom kosong, justru itu barang terbalik. Justru motornya bukan pada kolom kosong. Kolom kosong tidak punya saksi, tidak punya gambar, tidak punya uang, tidak punya sistem. Justru sebenarnya kalau ada tuduhan begitu itu lucu. Dan masyarakat pasti merasa bahwa itu tuduhan tidak punya dasar. Ini murni gerakan rakyat, bukan gerakan wali kota, dan wali kota pun tidak punya hak untuk menahan itu," lanjutnya.

Danny mengatakan, ia tidak punya langkah-langkah untuk menyikapi dua laporan itu.

"Saya hadir untuk dimintai klarifikasi karena saya taat hukum. Padahal mestinya saya ini berada di Singapura sampai tanggal 12 (Juli). Cuma kebetulan juga saya anggap agak terlalu lama di Singapura, jadi saya minta izin untuk tidak ikut acara lanjutan, karena saya harus mendukung ini supaya harus clear ini masalah. Seandainya saya tidak datang nanti tidak clear. Tim saya masih di Singapura. Saya izin resmi sampai tanggal 12. Saya berangkat Jumat malam, acara di sana sampai Rabu," ungkap Danny.

Sebelumnya, Danny Pomanto dipanggil Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan untuk klarifikasi terkait pelimpahan laporan Bawaslu mengenai dugaan pelanggaran berupa keterlibatan dirinya dalam memenangkan kotak kosong pemilihan wali kota Makassar 2018.

"Kami sudah melayangkan undangan pada Pak Danny, akan tetapi beliau tidak bisa hadir karena sedang dinas di Singapura," ujar Koordinator Divisi Pencegahan‎ Bawaslu Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (7/7).

Karena alasan tersebut, pihak Gakkumdu Bawaslu Sulsel menunda jadwal klarifikasi Danny Pomanto.

"Kalau tidak ada aral melintang, kami menunggu klarifikasi Danny hari Senin (9/7). Itu atas permintaan dari pihak Danny. Insya Allah Danny akan klarifikasi Senin malam di Sekretariat Gakkumdu Bawaslu Sulsel," terang Amrayadi.

Danny Pomanto dilaporkan ke Bawaslu pada Kamis (5/7). Dalam laporan bernomor 0011 LP/RI/00.00/VII/2018 disebutkan Danny diduga turut memainkan peran terkait pergerakan kotak kosong dalam pemilihan wali kota Makassar 2018. Danny diduga melanggar Pasal 188 UU Nomor 10 Tahun 2016 Jo Pasal 71 UU Nomor 10 Tahun 2016.

Atas dasar laporan itu Danny sedianya akan melakukan klarifikasi pada Sabtu (7/7) siang, namun Danny tidak hadir karena sedang dinas di Singapura. (rio)