Oleh: Denny Siregar*

Seseorang keluar dari dalam penjara....

Berbaju biru, bersandal jepit dan berkopiah putih sambil menggendong ransel coklat, senyum manis bagai kuntum bunga Rafflesia Arnoldii yang mekar merebak dari wajahnya.

Janggutnya yang halus melambai karena sering terkena shampoo, terlihat bercengkerama manja dengan angin. Langkahnya cepat seiring ibu jari kakinya yang lentik seperti habis manicure dan pedicure mengintip dari balik jepitan sandal.

Siapa dia?

"Jonru Ginting...," bisik seseorang.

"Jonru Ginting siapa?"

"Pengarang buku Cowok di Seberang Jendela."

"Buku apa itu?"

"Aduhhh kamu bego amat. Itu buku tentang bagaimana rasanya hidup sekamar di penjara bersama para lelaki perkasa...."

"Maksudnya di kamar itu semua lelaki?"

"Iya dong, bau kejantanan pasti semerbak di dalamnya. Membangkitkan gairah...."

Ah, iya. Aku ingat Jonru Ginting. Pria yang dulu pernah menjual sprei anti ompol di akun Facebooknya yang terkenal itu. Kabarnya sprei itu laku keras karena multiguna. Selain sebagai penutup kasur, anak-anak berandal juga sering menggunakannya untuk mabuk dan terkenal di berita dengan kasus "mabuk air rebusan sprei".

Kulihat dia tiba-tiba bersujud di tanah....

"Ngapain dia? Tanyaku lagi.

"Ssst... dia sedang menyapa semut-semut penjara. Dia memang terkenal bisa bahasa serangga. Bahkan para napi katanya suka memelihara dia untuk mencari kutu di kepala mereka dan ngobrol dengannya...."

"Kata siapa?"

"Aku sudah bicara dengan lalat-lalat yang suka mampir ke sana...."

"Loh, kamu bisa bahasa serangga juga?"

"Ya bisa dong. Masak kamu gak tahu aku siapa? Kenalkan, aku The Ant-Man...."

Sepertinya pembicaraan ini gak penting. Aku kembali sibuk menulis ditemani secangkir kopiku. Waktu sudah berlalu. Dia cuma masa lalu.

Mungkin sesudah dari penjara dia kembali mengarang buku, dengan judul, "Tips dan Trik menyelamatkan bagian belakang dari cengkeraman lelaki yang kelaparan...."

Pasti best seller dan bisa menghidupi dirinya supaya tidak salah gaul lagi di media sosial dan berakhir kembali di penjara. Semoga....

Seruput dulu, ah....

*Denny Siregar penulis buku Tuhan dalam Secangkir Kopi