UNTUK INDONESIA
Cegah Virus Corona, MUI Promosikan Obat Herbal
MUI mempromosikan obat herbal sebagai bagian pencegahan terhadap virus corona di Tanah Air.
Petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Jakarta Selatan menyisir kemungkinan adanya virus corona di cafe Amigos Kemang, Selasa, 3 Maret 2020. (Foto: Tagar/ Eno Suratno Wongsodimedjo)

Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mempromosikan obat herbal sebagai bagian pencegahan terhadap virus corona. Hal itu disampaikan MUI menyusul diumumkannya dua warga Depok, Jawa Barat positif terinfeksi covid-19 di Jakarta.

Memakan jahe, kunyit dan lain sebagainya.

"Di Indonesia banyak sekali obat herbal, karena konon katanya virus covid-19 ini akan mati dengan sendirinya pada saat suhu badan manusia mencapai 27 -28 derajat celsius. Nah, oleh karena itu, obat yang bisa mempertahankan tubuh kita hangat adalah memakan jahe, kunyit dan lain sebagainya," kata Wakil Ketua MUI Pusat Muhyiddin Junaidi di kantornya, Jakarta, Selasa, 3 Maret 2020.

Masyarakat, kata Muhyiddin, juga tak perlu sulit mencari obat herbal. Selain berlimpah, obat jenis ini telah menjadi bagian kearifan lokal Indonesia. "Jadi menggunakan lokal wisdom," ujarnya.

Panic BuyingPusat perbelanjaan Diamond Grosir, Kelapa Gading diserbu masyarakat belanja kebutuhan pokok menyusul Presiden Jokowi mengumumkan dua orang di Indonesia positif terjangkit virus corona, Senin 2 Maret 2020. (Foto: Tagar/M Yaqin)

Selain itu, MUI menyerukan masyarakat Indonesia introspeksi diri dan memperbanyak taubat agar Tanah Air lekas bebas dari epidemi corona. Seruan ini dikhususkan kepada umat Islam Indonesia.

"Mengajak semua elemen bangsa, khususnya yang beragama Islam, untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT agar terhindar dari musibah ini, dengan memperbanyak taubat, memohon ampun kepada Allah," katanya.

MUI juga mengajak umat Islam memperbanyak doa penangkal mala petaka dengan qunut nazilah. Qunut itu, kata dia, dilakukan pada setiap salat fardhu, rakaat terakhir setelah rukuk.

Kemarin, Senin, 2 Maret 2020, Presiden Jokowi mengumumkan dua orang warga Depok positif terjangkit corona di Jakarta. Keduanya, ibu dan anak, dirawat di Rumah Sakit Pusat Infeksi (RSPI)Sulianti Saroso Jakarta.

Pada saat yang sama, menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, 136 orang dalam pemantauan dan 39 orang dalam pengawasan Dinas Kesehatan DKI. Kedua kelompok itu terkait dugaan terjangkit corona.

Dari 136, 155 dinyatakan sehat dan sisanya masih dalam pantauan di rumah mereka masing-masing. Sementara 39 orang yang diawasi dalam perawatan rumah sakit.

MUI mendoakan Negeri ini agar segera keluar dari petaka corona. Hanya saja, ia tak lupa mengingatkan kembali untuk menjaga daya tahan tubuh dengan obat herbal. "Sebaiknya meningkatkan daya tahan tubuh, imunitas kita, mudah-mudahan kita sehat," tutur dia. []

Berita terkait
Jokowi Ancam Penimbun Masker Usai 2 WNI Kena Corona
Presiden Jokowi mengancam penimbun masker di tengah kondisi pencegahan wabah virus corona di Tanah Air.
Soal Cegah Corona di KPK, Firli Bahuri Cepat Respons
Ketua KPK Firli Bahuri respons cepat pencegahan virus corona di lembaga antirasuah.
Panic Buying di Ritel, Warga: Hanya Belanja Bulanan
Pusat perbelanjaan diserbu masyarakat (panic buying) belanja kebutuhan pokok menyusul Jokowi umumkan 2 orang Indonesia positif corona.
0
Relaksasi Kredit, Bank di Daerah Masih Saja Menagih
Presiden Jokowi membuat kebijakan relaksasi kredit saat pandemi Covid-19, praktiknya petugas bank milik negara masih ada yang menagih bunga kredit.