UNTUK INDONESIA
Carlos Queiroz, Kolombia Lulus Ujian Kematangan
Kolombia lulus ujian kematangan mental karena mereka bermain sabar saat menghadapi Qatar yang bertahan di Copa America.
Kolombia lulus ujian kematangan saat mengalahkan Qatar 1-0 lewat pertandingan yang ketat dan melelahkan di Copa America 2019, Kamis 20 Juni 2019 pagi WIB. Striker Kolombia Duvan Zapata merayakan satu-satunya gol di laga tersebut. (Foto: tsn.com)

Jakarta - Kolombia telah lulus tes kematangan saat mengalahkan Qatar 1-0 di laga kedua Grup B Copa America 2019. Kemenangan yang digelar di pertandingan di Stadion Morumbi, Kamis 20 Juni 2019 pagi WIB ini mengantarkan Kolombia menjadi tim pertama yang lolos ke perempat final Copa America. 

Pelatih Carlos Queiroz menilai kematangan mental The Cafeteros teruji saat menghadapi permainan defensif Qatar. Menurutnya dibutuhkan kesabaran dan ketenangan untuk membongkar pertahanan juara Asia itu. 

Pasalnya Qatar tidak hanya bagus dalam bertahan tetapi serangan balik yang menjadi andalan mereka dinilai membahayakan. Terbukti, Paraguay yang menjadi 'korban' kecepatan serangan balik Qatar. Unggul dua gol lebih dulu, Qatar sukses mengakhiri laga dengan skor 2-2. 

Kolombia sendiri harus bekerja ekstrakeras untuk mengalahkan Qatar. Kemenangan akhirnya bisa diraih saat sundulan Duvan Zapata menaklukkan kiper Saad el Sheeb. Padahal, kiper El Sheeb yang membuat pemain Kolombia frustrasi. Seberapa banyak serangan mereka ke pertahanan Qatar dan sebanyak itu pula El Sheeb menggagalkan upaya Kolombia.

Selama 90 menit kami berkonsentrasi penuh. Selama 90 menit kami melakukan tekanan dan menyerang lawan. Saat kehilangan bola, kami berusaha keras tidak membiarkan lawan mengembangkan pertandingan

Gol Zapata tercipta saat pertandingan tersisa beberapa menit lagi. Kolombia pun meraih kemenangan kedua sekaligus lolos ke perempat final. 

"Pertandingan itu merupakan ujian kematangan pemain. Hasilnya, mereka lulus ujian karena menyelesaikannya dengan baik," kata Queiroz.

"Selama 90 menit kami berkonsentrasi penuh. Selama 90 menit kami melakukan tekanan dan menyerang lawan. Saat kehilangan bola, kami berusaha keras tidak membiarkan lawan mengembangkan pertandingan," ujarnya. 

Mantan pelatih tim nasional Portugal dan Real Madrid ini mengungkapkan bila James Rodriguez dkk sudah mengantisipasi permainan defensif Qatar. Meski demikian, Queiroz mengakui tim sempat frustrasi karena kesulitan menembus pertahanan tim lawan. 

"Kami sesungguhnya sudah mempersiapkan diri menghadapi situasi itu. Semua pemain juga sudah siap untuk fight dan berkonsentrasi penuh selama 90 menit pertandingan," ujarnya. 

"Hanya, jujur saja, kami sempat frustrasi karena kami kesulitan mencetak gol. Target mencetak gol di menit-menit awal tak kesampaian," lanjut eks asisten manajer Sir Alex Ferguson di Manchester United ini. 

Di laga terakhir melawan Paraguay, Queiroz mempertimbangkan merotasi pemain. Meski demikian, dia tidak akan melakukan rotasi pemain secara total.  

"Saya akan menganalisis lebih dulu pemain yang kelelahan atau mengalami cedera. Ini yang menjadi pertimbangan saya apakah perlu merotasi mereka atau tidak," jawabnya. []

Baca juga: 

Berita terkait
0
Himasil Lhokseumawe Galang Dana Kebakaran Pesantren
Himasil Lhokseumawe melakukan aksi galang dana untuk korban musibah kebakaran Pesantren Al-Waliyah Darussalam, Aceh Selatan.