TAGAR.id, Jakarta - Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyinggung polemik amburknya masjid di Pondok Pesantren Al Khoziny dalam pidatonya di penutupan Musabaqoh Qiraatil Kutub di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Minggu (9/11).
Ia menilai pemerintah dan para politisi harus benar-benar memahami kebutuhan masyarakat, terutama lembaga pendidikan berbasis pesantren.
"Kemarin beberapa waktu yang lalu ada geger-geger setelah musibah yang berat di Al Khoziny, geger-geger politisi ada yang menolak, ada yang mendukung APBN masuk, jawaban Al Khoziny apa? Kami membiaya sendiri juga bisa kok, kapokmu kapan?" ujar Cak Imin.
Cak Imin mengatakan, pesantren memiliki peran penting dalam membangun karakter dan kemandirian bangsa sejak sebelum kemerdekaan. Menurutnya, pembangunan nasional tidak akan berhasil tanpa melibatkan kekuatan masyarakat yang selama ini menjadi pilar budaya dan pendidikan.
"Negara itu seberapa sih kekuatannya? Sangat terbatas. Pendidikan kita, kemandirian kita tidak mungkin ditangani oleh pemerintah sendiri, pasti sebagian besar adalah karena keberdayaan dan partisipasi masyarakat, termasuk pendidikan," kata dia.