Editor : Mila Yefriza
Konsumen Indonesia Kini Mulai Menilai Performa Parfum Setelah 8–10 Jam Pemakaian. (Foto: Tagar/Dok istimewa)
Bukan Lagi Semprotan Pertama: Konsumen Indonesia Kini Mulai Menilai Performa Parfum Setelah 8–10 Jam Pemakaian
23 July 2026 | 12:01

TAGAR.id, Jakarta - Banyak orang memilih parfum berdasarkan aroma yang langsung tercium saat pertama kali mencobanya di toko. Namun menurut para perfumer, kesan pertama justru belum cukup untuk menunjukkan kualitas sebuah parfum. Terutama di negara beriklim tropis seperti Indonesia, performa parfum baru benar-benar dapat dinilai setelah digunakan selama delapan hingga sepuluh jam.

Perubahan cara pandang ini mulai terlihat di kalangan konsumen Indonesia. Jika sebelumnya keputusan membeli parfum lebih banyak dipengaruhi oleh aroma pada semprotan pertama, kini semakin banyak orang memperhatikan bagaimana parfum berkembang di kulit, seberapa lama aromanya bertahan, serta apakah wanginya tetap nyaman digunakan setelah menjalani berbagai aktivitas sepanjang hari.

Pergeseran tersebut tidak lepas dari karakter iklim Indonesia. Suhu yang hangat, kelembapan yang tinggi, serta perpindahan antara panas di luar ruangan dan ruangan berpendingin udara dapat memengaruhi bagaimana parfum bereaksi di kulit. Akibatnya, aroma yang terasa segar pada beberapa menit pertama belum tentu mempertahankan karakter yang sama beberapa jam kemudian.

Menurut Josh Frost, Founder sekaligus Perfumer Best Perfume Store, fenomena tersebut menjadi salah satu perubahan yang paling sering ia temui dalam percakapan dengan pelanggan.

"Komentar yang paling sering kami dengar adalah, 'Saya suka aromanya saat mencobanya di toko, tetapi ternyata wanginya tidak bertahan seperti yang saya bayangkan.' Padahal, semprotan pertama hanya menunjukkan sebagian kecil dari karakter sebuah parfum," ujar Josh.

Artikel Asli