UNTUK INDONESIA
Briptu Rachel, Perempuan Penyerbu Teroris Mako Brimob
Briptu Rachel, satu-satunya perempuan penyerbu napi teroris yang membuat kekacauan di Mako Brimob. Sehebat apa dia?
Briptu Christeel Racheltania Philip akrab disapa Rachel. (Foto: Istimewa)

Jakarta, (Tagar 11/5/2018) - Brigadir Polisi Satu (Briptu) Christeel Racheltania Philip akrab disapa Briptu Rachel, satu-satunya perempuan dalam tim penyerbu teroris Mako Brimob.

Rachel lahir 1991, lulusan Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) 2009 kemudian berdinas di Tim Gegana Korps Brimob Mabes Polri. Ia pernah dilatih pasukan elite Amerika. Saat usianya 24 tahun, tepatnya tahun 2014 Rachel mengikuti program pelatihan Crisis Response Team (CRT) di Washingtong DC. Selama 1,5 bulan di sana, ia bersama dua polwan lain 'Korps Bhayangkara' dari Sat-1 Gegana Detasemen Antiteror Brimob dilatih oleh tim khusus polisi Amerika Serikat, US Army, Navy SEALs, dan SWAT Team.

Briptu RachelBriptu Christeel Racheltania Philip akrab disapa Rachel

Dalam program pelatihan tersebut, Rachel dan dua rekannya sebagai kontingen Indonesia berhasil mencetak sejumlah penilaian terbaik di antara peserta negara lain yang semuanya polisi laki-laki.

Si cantik ini hobi berburu, jago menembak, saat ada waktu luang kadang ia menyempatkan pergi ke hutan untuk berburu. Tidak mengherankan juga karena itulah ia memang seorang atlet tembak nasional.

Briptu RachelBriptu Rachel yang ekspresif dan multibakat, hobinya banyak

Dalam tugas kesehariannya, Rachel kerap mengikuti latihan pasukan antiteror seperti perlawanan antiteror, penjinakan bom, SAR, termasuk penanggulangan huru-hara.

Rachel pernah mendapatkan penghargaan polwan berprestasi. Pada September 2016 tepatnya saat hari ulang tahun Polwan ke-68, Rachel yang juga memiliki kemampuan terjun payung ini menerima penghargaan sebagai polwan berprestasi dari Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

Briptu RachelBriptu Rachel senang olahraga ekstrem juga pintar menyanyi

Ia tergabung dalam misi kemanusiaan ke Jeddah, Arab Saudi pada tahun 2011. Dengan menumpang kapal Pelni KM Labobar selama 11 hari tanpa jaringan telepon, TV, dan internet, Rachel dan beberapa perwakilan instansi seperti BNP2TKI, TNI, dan Imigrasi, menjemput TKI beserta anak-anaknya.

Rachel hobi olahraga ekstrem, selain berburu, di antaranya terjun payung dan otomotif grasstrack. Untuk otomotif grasstrack, ia mengandalkan tunggangan modifikasi miliknya yakni dirt bike jenis Satria FU. Hobi ini sudah ditekuni Rachel sejak masih di bangku sekolah menengah pertama.

Ia penerjun payung terlatih. Terkait kemampuan terjun payungnya ini Rachel mendapatkannya setelah dinas di Gegana. Ia melewati sejumlah seleksi dan tahapan pelatihan untuk memiliki kemampuan ini.

Sejauh ini  ia sudah mencoba terjun payung di beberapa wilayah di Pulau Jawa, yakni di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, hingga Maluku Utara.

Di antara ragam hobinya yang 'garang', Rachel ternyata juga pandai menyanyi. Ia vokalis band Brimob, D’Brims.

Briptu RachelBriptu Rachel menyimpan kekuatan di balik kelembutan dan keimutan wajahnya waktu remaja

Di hari penyerbuan itu, Kamis (10/5/2018) sebelum fajar merekah, Rachel dan timnya bergerak secara mengejutkan dan menggetarkan untuk melumpuhkan napi teroris yang telah mengacaukan segalanya selama 36 jam.

Mereka menjebol tembok dari arah yang tak diduga-duga, meledakkan bom suara untuk menjatuhkan mental napi teroris yang membangkang, tidak mau menyerahkan diri.

Penyerbuan dilakukan untuk mengisolasi dan melucuti senjata yang dibawa napi teroris.

Sebelum penyerbuan dilakukan, pihak kepolisian sudah memberikan ultimatum kepada napi teroris untuk menyerah atau diserbu.

Setelah ultimatum ada 145 tahanan yang menyerahkan diri tanpa syarat, namun masih ada 10 yang belum menyerahkan diri.

Setelah bunyi ledakan bom suara yang membuat tanah di sekitar Mako Brimob bergetar, 10 napi teroris menyerahkan diri sehingga lengkap sudah 155 tahanan yang diamankan.

Napi teroris itu menyerahkan diri serta mengembalikan sekitar 30 senjata api hasil rampasan dari pihak kepolisian. 

Hari itu juga 145 napi teroris dipindahkan ke rumah tahanan Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, sedangkan 10 napi teroris terakhir masih diperiksa di Mako Brimob terkait gugurnya lima anggota Densus pada Rabu (9/5/2018) malam. (af)

Berita terkait
0
91 Juta Akun Diretas, Tokopedia Didesak Tanggung Jawab
Tokopedia didesak bertanggung jawab terkait dugaan 91 juta data pengguna startup unicorn itu diretas kemudian diperjualbelikan di dark web.