Brasil Mencatat Jumlah Kumulatif Virus Corona Tembus 10 Juta

Jumlah virus corona di beberapa negara terus bertambah, seperti Brasil melaporkan jumlah kasus virus corona tembus 10 juta
Ilustrasi (Foto: iacapap.org)

Oleh: Syaiful W. Harahap*

Biarpun laporan Organisasi Kesehatan Dunia PBB (WHO) menyebutkan kasus harian virus corona (Covid-19) secara global sejak pertengahan Januari 2021 mulai turun, tapi jumlah kumulatif konfirmasi positif virus corona di beberapa negara justru bertambah. Seperti Brasil yang melaporkan jumlah kasus virus corona tembus 10 juta.

Laporan situs independen, worldometer, tanggal 19 Februari 2021 pukul 04.21 WIB menunjukkan jumlah konfirmasi positif virus corona di Negeri Samba itu tembus 10 juta yaitu 10.030.626 dengan 243.457 kematian.

Sedangkan jumlah global kasus virus corona tanggal 19 Februari 2021 pukul 04.21 WIB sebanyak 110.763.401 dengan 2.449.029 kematian. Maka, dengan jumlah kasus 10.030.626 Brasil menyumbang 9,06% untuk kasus global.

ilus2 corona brasilFoto udara ini menunjukkan penguburan jenazah korban virus corona di pemakaman Nossa Senhora Aparecida, Manaus, di hutan Amazon, Brasil, 22 April 2020 (Foto: voanews.com/AFP)

Dengan jumlah kasus sebanyak 10.030.626 menempatkan Brasil di peringkat ke-3 dunia setelah India (10.962.086) dan Amerika Serikat (28.503.357). Sedangkan berdasarkan jumlah kematian (10,962,086) Brasil di peringkat ke-2 dunia setelah Amerika (504.320).

Brasil mengalami pandemi tanpa dukungan pimpinan nasional karena Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, bertentangan dengan pakar-pakar kesehatan Brasil. Bahkan, Presiden Bolsonaro memecat menteri kesehatan karena memberlakukan lockdown (penguncian) di beberapa provinsi. Warga pun melakukan unjuk rasa menentang lockdown yang disambut Bolsonaro dengan mencabut lockdown.

tabung gasKerabat pasien yang dirawat di rumah sakit atau menerima perawatan kesehatan di rumah, kebanyakan menderita Covid-19, berkumpul untuk membeli oksigen dan mengisi tabung gas di sebuah perusahaan swasta di Manaus, Brasil (Foto: aljazeera.com - Bruno Kelly/Reuters)

Di awal pandemi virus corona di Brasil, Presiden Bolsonaro sesumbar bahwa infeksi virus corona tidak lebih buruk daripada infeksi virus flu.

Namun, belakangan negeri yang terkenal dengan pemain sepak bola dunia itu justru jadi episentrum pandemi virus corona setelah Italia, Spanyol dan Amerika Serikat. Tapi, langkah-langkah penanganan tetap tidak berjalan.

demo brasilPara pedemo berpawai dengan mobil protes cara pemerintah Brasil tangani pandemi virus corona (Covid-19) dan tuntut pengunduran diri Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, di Rio de Janeiro, Brazil, 31 Januari 2021 (Foto: voaindonesia.com/AP)

Pandemi pun menyengsarakan warga, seperti memakai kantong kresek sebagai masker dan antre untuk mendapatkan oksigen karena rumah sakit penuh. Oksigen diperlukan warga untuk merawat anggota keluarga yang tertular virus corona di rumah.

Kini Brasil mulai menata penanganan pandemi dengan melakukan vaksinasi. Tentu saja ada tugas berat untuk menghadapi pendukung Bolsonaro yang menafikan virus corona. []

* Syaiful W. Harahap, Redaktur di tagar.id

Berita terkait
Covid-19 di Brasil Menyebar Bak Tarian Samba
Awal pandemi Covid-19 grafik kasus baru di Brasil landai, Presiden Jaro Bolsonaro anggap remeh melalui pernyataan sebut corona sebagai flu ringan
Rumah Sakit di Brasil Kekurangan Oksigen Bagi Pasien Corona
Rumah sakit di Brasil dilaporkan kekurangan oksigen bagi pasien virus corona yang dirawat da juga yang dirawat di rumah
Corona Belum Usai, Virus Misterius Muncul di Brasil
Seorang ilmuwan telah mengidentifikasi virus misterius yang genomnya tampak seluruhnya baru bagi ilmu pengetahuan.
0
Presiden Brasil Dilarang Makan di Restoran di New York
Restoran di New York melarang Presiden Brazil makan di tempat karena belum divaksinasi Covid-19