TAGAR.id, Jakarta - Program makan bergizi gratis (MBG) yang menjadi andalan Presiden Prabowo Subianto belakangan kembali menjadi sorotan setelah dilaporkan memicu kasus keracunan massal di Bandung Barat, Garut hingga Banggai.
Badan Gizi Nasional (BGN) menyoroti lemahnya penerapan standar operasional prosedur (SOP) dalam proses memasak.
Hal ini menjadi penyebab utama kasus keracunan massal yang menimpa siswa yang memperoleh program MBG.
Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang menyebut, hasil investigasi menunjukkan sebagian besar kasus terjadi akibat makanan yang diproduksi tidak mengikuti aturan waktu penyajian oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Banyak faktor, tetapi 80 persen dari investigasi kami karena tidak menjalankan SOP waktu memasak,” jelas Nanik saat dihubungi kumparan, Rabu (24/9).