Sukabumi, (Tagar 9/9/2018) – Salah satu faktor penyebab 21 orang meregang nyawa di Kampung Banyar Selang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, banyak besi pembatas jalan di lokasi kecelakaan hilang dicuri.

"Saya meninjau langsung di lokasi kejadian di Desa/Kecamatan Cikidang ternyata di daerah itu tidak ada sama sekali besi pembatas jalan atau guardrill dengan jurang," kata anggota Komisi IV DPRD Jabar Abdul Muis di lokasi kecelakaan maut, Minggu (9/9).

Setelah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi dan Jabar, ternyata banyak besi yang sebelumnya dicuri.

Kondisi ini sangat memprihatinkan karena keberadaan pembatas jalan tersebut untuk mengurangi dampak dan meminimalkan korban saat terjadi kecelakaan. Apalagi di Jalan Alternatif Cikidang Palabuhanratu medannya berkelok, curam, banyak tikungan dan rawan kecelakaan.

Seperti kasus kecelakaan maut yang menimpa karyawan PT Catur Putra Grup Bogor ini, saat berada di tikungan "letter S" minibus tersebut lepas kendali dan terjun ke dalam jurang sekitar 30 meter.

Jika ada pembatas jalan, korban kemungkinan bisa diminimalkan. Selain banyak yang dicuri, dari pantauannya sepanjang jalan tersebut pun minim pembatas jalan.

Padahal di kiri dan kanan jalan menuju objek wisata arung jeram dan Geopark Ciletuh Palabuhanratu ini banyak jurang.

Belum lagi rambu dan plang imbauan untuk pengendara yang jumlahnya bisa dihitung jari. Bahkan diperparah tidak adanya lampu penerangan jalan umum (PJU) sehingga jika malam hari lokasi atau jalan ini menjadi gelap gulita.

Jika Pemprov Jabar menyetujui untuk penambahan atau pembangunan guardrill harus terbuat dari bahan permanen seperti beton dan jangan lagi pembatas jalan itu menggunakan bahan yang mudah dibongkar seperti lempengan besi.

"Dengan temuan ini akan kami bahas di legislatif khususnua Komisi IV DPRD Jabar dengan Pemprov Jabar agar jalan milik provinsi ini dan merupakan jalan wisata lebih diperhatikan lagi demi keselamatan," kata dia.

Abdul mengharapkan dengan dilantiknya Gubernur Jabar yang baru yakni Ridwan Kamil ada perubahan untuk jalan wisata yang ada di Kabupaten Sukabumi. Apalagi daerah ini sudah diakui dunia terkait keberadaan Geopark Ciletuh Palabuhanratu.

Di lokasi itu pun seharusnya diperbanyak pos polisi atau Dishub dan juga dilengkapi dengan "ceck point". Hal itu agar kendaraan yang dilarang melewati jalur ini tidak nekat masuk dan tentunya menghindari kecelakaan lalu lintas.

"Kami turut berbelasungkawa dengan kecelakaan bus masuk jurang ini yang menimbulkan 21 korban jiwa dan belasan lainnya luka-luka dan diharapkan tidak ada kejadian serupa di kemudian hari," kata dia.

Bupati Berikan Santunan

Sementara itu, Bupati Bogor, Jawa Barat, Nurhayanti bersama Kepala Polres Bogor, AKBP Andi Moch Dicky menyerahkan santunan dari PT Jasa Raharja (Persero) terhadap ahli waris 21 korban meninggal dan 16 orang mengalami luka berat dari kecelakaan bus pariwisata di Kabupaten Sukabumi.

"Itu langsung dilakukan sebagai bentuk empati terhadap warganya dan sudah seharusnya diberikan langsung kepada ahli waris korban meninggal maupun luka berat," katanya di Pendopo Kantor Bupati Komplek Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Minggu.

Menurut dia, kecelakaan itu terjadi di Kampung Selagedang, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (8/9) pukul 11.00 WIB. Dan itu mengakibatkan 16 orang luka berat dan 21 korban meninggal dunia

 Dalam hal ini santunan yang diterima oleh ahli waris untuk korban meninggal dunia diberikan santunan sebesar Rp 50.000.000. "Sedangkan 16 orang yang mengalami luka berat hanya mendapatkan uang santunan sebesar Rp 20.000.000," ujarnya.

Dia menambahkan, untuk 21 orang yang dinyatakan meninggal dunia antaranya Budi Supriadi dengan ahli waris Sundari (istri) alamat Kp Lawa Sari RT 03/04 Kec Ranca bungur Kota Bogor.
Kemudian Galih Nurhadi dengan Ahli waris Risyanti (istri)-Polo Geulis Nomor 22 Bogor tengah, Tagrit Daulat dengan ahli waris Siti Shafiyyah-Kampung Sukamulya Bogor Timur, Pajar Rullah Akbar ahli waris Akub zaenal alamat Gg Pacilong Kebonpedes Kota Bogor.

Syahrudin ahli waris Herlina Utami Dewi-Jalan Raya Semplak Caringin Kota Bogor, Santi Ropika Sitorus-Kawung Luwuk Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor, Romli ahli waris Ida Farida-Kampung Kemang Kiara Kabupaten Bogor.

Serta Remon Alfredo ahli waris Martua Manik, Perum Puri Nirwana III Kecamatan Cibinong, Dadan Ziwandana ahli waris Yeti Herawati alamat Kp Saden Kecamatan Lewisadeng, Ai Zubaedah ahli waris Lilis alamat Kp Lawasari Kel Sandali Kecamatan Rabcabungur.

Nasikun Rochman ahli waris Suryani alamat Kp Gunung Tajurhalang Kab Bogor, Kustiawati ahli waris Sairah alamat Kampung Pondok rangon Kecamatan Tajurhalang. Serta Arman Hermawan ahli waris Umay Julianti alamat Jalan Raya Ciapus Tamansari.

Kemudian Prayitno ahli waris Yayah Amelia alamat Kp Pulo Kedungwaringin Bojong Gede, Hajah Nurusobah ahli waris Tomy Nugroho alamat Kecamatan Ciomas, Dony Andi Pradana-Perum Pesona Cilebut-Sukaraja, H Agus Syamsudin Desa Cilendek Barat-Kota Bogor.

Lalu Muhamad Darwis-Kampung Cipedes Cikakak Sukabumi, Fatchudin beralamatkan Jalan Cenderawasih Cipayung, Sri Juliani Kampung Kemang Empang-Cirebon, M Ashari GG. Ledeng-Medan.

Sebanyak 16 orang korban luka berat di antaranya:

1. Ahmad Fauzi warga Kp Bojong Susukan Rt 03/07 Ds Susukan Kabupaten Bogor.

2. Fajar warga Kampung Bojong Susukan Rt 03/07 Ds Susukan Kabupaten Bogor.

3. Rico warga Kampung Teng Rt 02/05 Desa Pabuaran Kecamatan Kemang Kota Bogor.

4. Piliandi warga Bogor Raya Blok F J 111/ 15 Kecamatan Cicurug Kota Bogor Barat.

5. Musholeh warga Jalan Pabuaran Rt 07/06 Kelurahan Tegal Bundil, Kota Bogor.

6. Jefri Sitorus warga Jalan Palayu V Blok VII No 55 Rt 03/07 Kelurahan Tegal Pundu, Kota Bogor.

7. Tisna Pratama warga Kp Ciomas Rt 04/03 Kel Ciomas Rahayu Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.

8. Andre Gunawan warga Kp Cimanggu Rt 03/07 05 Cimanggis Kecamatan Bojong Gede Bogor.

9. Heru Siswantu warga Kp Salakopi Rt 01/04 Kel Pasirmulya Kec Bogor Barat Kota Bogor.

10. Pendi warga Kp Sudi Mampir Rt 03/02 Kel Cimanggis Kec Bojong Gede Kabupaten Bogor.

11. Syarif Pudin warga Kp Sumer Wangi Rt 03/011 Kel Kayu Manis Kec Anak Sereal Kota Bogor.

12. Aji Agus Samsudin, warga Kp Cempleng Baru Rt 03/ 12 D5 Cimande Baret Kec Kota Bogor Barat Kota Bogor.

13. R Armansyah Arifien warga Pasir angin Rt 02/06 Ds Cipayung Kec Mega Mendung Kab Bogor.

14. Rahmat warga (belum diketahui).

15. Rudi Sarifudin warga Ugun Cikerti Rt 04/06 Padasuka Ciomas Kab Bogor.

16. Tanti Alawiya warga Kp Cimanggis Rt 01/01 Mekarwangi Tanah Sereal Kota Bogor.

Lanjut Nurhayanti menjelaskan, dalam hal ini adalah kelalaian bersama di mana kurangnya berhati-hati menjadi salah satu faktor utama untuk mengemudikan kendaraan.

Namun semua itu sudah terjadi, oleh sebab itu untuk berikutnya agar perusahaan bus dapat lebih mengutamakan keselamatan konsumennya. []