Bank Pembangunan Asia Setujui Pinjaman 500 Juta Dolar AS untuk Upaya Transisi Energi Indonesia

Pemerintah telah berupaya kurangi penggunaan batu bara di sektor energi dengan dukungan finansial dari JETP G7
Aktivis lingkungan hidup menggelar aksi teatrikal untuk memprotes kebijakan Perusahaan Listrik Negara (PLN) terkait penggunaan batu bara di Jakarta pada 26/10/2023. (Foto: voaindonesia.com/AFP/Bay Ismoyo)

TAGAR.id – Bank Pembangunan Asia (ADB) mengatakan pada Jumat (20/9/2024) telah menyetujui pinjaman berbasis kebijakan senilai 500 juta dolar AS atau setara dengan Rp 7,7 triliun untuk mendanai program yang dirancang untuk membantu upaya transisi energi Indonesia.

Indonesia yang kaya akan sumber daya, menargetkan emisi karbon nol bersih pada tahun 2060. Pemerintah telah berupaya mengurangi penggunaan batu bara di sektor energi dengan dukungan finansial dari Kemitraan Transisi Energi yang Adil (JETP) G7, tetapi pencairan dana tersebut berjalan lambat.

Menyoroti ketergantungan Indonesia pada batu bara, ADB mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa program tersebut "berfokus pada pembentukan kebijakan dan kerangka peraturan yang kuat untuk transisi energi bersih, memperkuat tata kelola sektor dan keberlanjutan keuangan."

"Indonesia berada pada titik kritis dalam perjalanan transisi energinya," kata Jiro Tominaga, direktur perwakilan ADB untuk Indonesia, seraya menambahkan pinjaman tersebut mendukung upaya Jakarta "untuk mempercepat peralihannya menuju energi berkelanjutan dan bersih".

Program tersebut mencakup pengembangan rencana kebijakan dan investasi yang didukung JETP, serta peningkatan kapasitas energi terbarukan, kata ADB.

Mitra pembiayaan bersama ADB untuk program ini meliputi badan pembangunan Prancis, Agence Française de Développement (AFD), dan pemberi pinjaman negara Jerman KfW. (rz/rs)/Reuters/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Luncurkan Rumah Bersama, PLN dan Lintas Kementerian Kolaborasi Kebut Implementasi Transisi Energi di Tanah Air
Peluncuran ini sebagai bentuk komitmen PLN sebagai anggota dari Satgas TEN dan Tim Kerja dalam menginisiasi lahirnya Rumah PATEN.