Indonesia
Apa Arti Kata Kepo?
Tak sedikit orang bertanya tentang arti kata kepo? Berikut Tagar bagikan penjelasannya.
Ilustrasi. (Foto: Tagar)

Jakarta - "Jangan kepo sama urusan orang deh!"

"Ciee, lagi kepoin Instagram mantan ya?"

Ada yang bisa menebak persamaan dua kalimat di atas? Ya, betul, ada dua kata "kepo" dalam dua kalimat tersebut. Kata kepo kini menjadi salah satu kalimat yang wajib digunakan anak-anak generasi milenial alias generasi Y, terlebih generasi Z.

Banyak yang mengartikan, kepo sama dengan knowing every particular object, padahal kepo tersebut sebuah akronim. Artinya, sebutan untuk orang yang serba tahu detail dari sesuatu, apapun yang lewat di hadapannya selama itu terlihat oleh matanya walaupun hanya sekelebat

Samakah dengan kepo yang digunakan dalam dua kalimat di atas?

Tentu saja berbeda, karena sesungguhnya kepo dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) adalah rasa ingin tahu yang berlebihan tentang kepentingan atau urusan orang lain.

Ivan Lanin, seorang pecinta bahasa Indonesia, mengatakan kata kepo bukan serapan dari bahasa Inggris. Kata kepo pernah menjadi perbincangannya sejak tahun 2012-an.

"Penjelasan tentang asal kata kepo beragam, tetapi sebagian besar mengatakan bahwa kata ini berasal dari bahasa atau dialek Hokkian atau Min Nan," tulisnya 17 April 2012 dalam ivanlanin.org, dikutip Tagar pada Senin 22 April 2019.

Wikipediawan ini pun menelusuri jejak muasal kepo di media sosial kala sampai menemukan tulisan Aussie Pete, SINGLISH – A Language Guide for Foreigners.

Kay poh (or Kaypo) Chinese origins (written as 雞婆 in Chinese). Refers to a person that is nosey parker or busydiv. Eg ‘Eh, Don’t be so kaypoh leh!’. Sometimes abbreviated as "KPO".

Sinonim Kepo

Nah, Ivan Lanin pun tidak menghentikan jejak kata kepo sampai di situ saja, melainkan sampai pada asal usul kata ini dimulai. Tapi ia melanjutkan dengan menelusuri kosakata yang menggambarkan sifat kepo 'ingin tahu urusan orang lain'.

Ada kata "icam" sebuah akronim dari "ikut campur", "rese" dalam ragam percakapan, juga kata "usil", yang biasa dipakai dalam ragam yang lebih formal.

"Kata-kata tersebut memang lebih bermakna ikut campur langsung ketimbang sekadar ingin tahu, meskipun 'ingin tahu' adalah bagian (makna yang lebih sempit) dari 'ikut campur'," jelasnya.

Menurut Editor Google Indonesia ini, ada sinonim dari usil yang memberi makna tambahan baru yang sesuai dengan kepo, yaitu "gapil". Buku Loan-words in Indonesian and Malay (Jones, 2008) menyatakan bahwa kata gapil berasal dari bahasa Arab "ghafil" yang berarti negligent, careless, heedless.

Kata gapil yang bermakna suka mencampuri (mengganggu dan sebagainya) urusan orang lain, tersebut sudah jarang dipakai. "Karena jarang dipakai, saya pikir kita dapat saja menghidupkan kembali kata ini dengan memberi makna tambahan baru yang cukup sesuai dengan kepo," bebernya.

Tentu saja, bukan berarti mengganti kepo atau kita menerima kepo sebagai tambahan kosakata baru. "Tetapi sayang juga kalau gapil ini tidak kita berdayakan. 'Jangan gapil, ah!' Enak juga, kan?," tukasnya.

Jadi, kata manakah yang ingin digunakan kala berbincang kata kepo, usil, atau gapil?

Baca juga:

Berita terkait
0
Sikap GAMKI, Ansor, dan 9 Organisasi Terkait Papua
GAMKI, GP Ansor dan 9 organisasi kepemudaan menyatakan sikap terhadap peristiwa di Malang dan Surabaya terkait persekusi mahasiswa Papua.