Anggota Parlemen Taiwan Perang Usus dan Jeroan Babi

Anggota parlemen di Taiwan lempar usus dan jeroan babi dan saling tonjok saat digelar rapat membahas pelonggaran impor daging dari AS
Anggota parlemen melempar usus babi saat digelar rapat di parlemen Taiwan (Foto: bbc.com/indonesia – Reuters)

Taipei - Para anggota parlemen Taiwan dari kubu oposisi, pada hari Jumat, 27 November 2020, melempar usus dan jeroan babi saat digelar rapat yang membahas pelonggaran impor daging babi dari Amerika Serikat (AS). Para anggota parlemen juga saling tonjok dalam "rapat panas" ini.

Para anggota parelemen dari kubu oposisi mengatakan keputusan pemerintah belum lama ini untuk mengizinkan impor daging babi yang mengandung ractopamine, bahan aditif untuk babi yang dilarang di Taiwan dan di negara-negara Uni Eropa, merupakan ancaman bagi kesehatan.

Partai yang berkuasa membantah pernyataan tersebut dan menyerukan agar rapat di parlemen kembali digelar dengan "mengutamakan akal sehat".

Di parlemen Taiwan, rapat yang kacau, ribut, dan diwarnai perkelahian adalah hal yang lumrah. Pada Juli 2017, para anggota parlemen saling lempar kursi saat membahas rancangan undang-undang tentang infrastruktur.

Dalam rapat hari Jumat, 27 November 2020, sejumlah anggota parlemen dari Partai Kuomintang (KMT) yang beroposisi melempar ember-ember berisi usus babi ke arah Perdana Menreri Su Tse-chang.

ember berisiEmber berisi daging jeroan dilempar ke arah anggota PARLEMEN dari kubu pemerintah (Foto: bbc.com/indonesia – Reuters)

Terjadi pula adu pukul antara beberapa anggota parelemen dari KMT dan Chen Po-wei, anggota parlemen dari satu partai kecil, seperti dilaporkan kantor berita Reuters.

Partai yang memerintah, Partai Progresif Demokrat (DPP), mengecam keras insiden ini, menggambarkannya sebagai "aksi protes yang memuakkan", tindakan "yang menghamburkan makanan", dan mendesak rapat agar dilakukan dengan kepala dingin.

Washington menyambut baik keputusan pemerintah Taiwan Agustus lalu yang ditujukan untuk melonggarkan impor daging babi dari AS.

Keputusan ini mulai berlaku pada 1 Januari 2021. Namun, keputusan pemerintah Taiwan ditentang partai oposisi, yang menggunakan kekhawatiran warga tentang bahaya makanan yang mengandung bahan aditif, sebagai alasan.

Dalam beberapa waktu terakhir terjadi skandal buruknya kualitas makanan, yang membuat publik khawatir dan resah.

Beberapa hari lalu, saat digelar aksi, para demonstran membawa balon babi berukuran raksasa sebagai bentuk penentangan terhadap keputusan pemerintah membuka keran impor daging babi dari AS.

Bahan aditif ractopamine saat ini dilarang di Taiwan, China, dan negara-negara di Uni Eropa, karena dianggap tidak sepenuhnya aman baik bagi manusia maupun binatang (bbc.com/indonesia). []

Berita terkait
Pernikahan Massal di Militer Taiwan, Ada Pasangan Lesbian
Dua pasangan lesbian mengikuti perayaan pernikahan massal yang digelar militer Taiwan.
Adu Jotos Diplomat China dan Taiwan, Satu Luka Parah
Perkelahian itu bermula ketika para pegawai Taiwan berusaha menghentikan diplomat China yang mengabadikan foto-foto para tamu.
Sanksi China Kepada Perusahaan yang Jual Senjata ke Taiwan
China akan jatuhkan sanksi kepada tiga perusahan Amerika Serikat yang menjual persenjataan ke Taiwan
0
Nama Varian Covid-19 Dengan Alfabet Yunani Hindari Stigma
WHO akan ganti penyebutan nama varian Covid-19 untuk hapus stigma negara-negara di mana jenis varian baru virus corona pertama kali dilaporkan