Anak Sudah Mendapat Uang Saku? Begini Tips Mengatur Keuangannya

Kenalkan anak dengan celengan agar anak belajar menabung.
ilustrasi gambar. (Foto: Tagar/Ist)

Jakarta - Mengatur keuangan tidak harus menunggu saat sudah mendapatkan pemasukan pribadi seperti gaji, tetapi bisa diterapkan saat pertama kali menerima uang saku. Berarti sejak berada di bangku sekolah, anak sudah dapat mengatur pengeluaran sesuai jumlah yang diberikan. Namun, pernahkah orang tua mengajarkan kepada anak cara mengatur keuangan itu?

Di sekolah, anak-anak diajarkan untuk menyisihkan uang sakunya untuk disimpan di dalam celengan, lalu nanti saat uangnya sudah banyak, mereka bisa menggunakannya.

Sejalan dengan itu, orang tua juga harus memberikan arahan tujuan dari menabung agar mereka semakin bersemangat dan rajin. Selain itu, orang tua juga perlu terbuka dan memberikan contoh riil yang melibatkan anak.

Menurut Lolita Setyawati, seorang financial planner, berikut tips mengatur keuangan anak sekolah agar mememiliki konsep keuangan yang benar.


1. Beritahukan anak dari mana mendapatkan uang

Ini adalah tugas orangtua selaku pemberi nafkah. Beritahukan anak dari mana uang orang tua mereka berasal.

Orang tua dapat menceritakan kenapa Anda bekerja, sesekali ajak anak ke tempat Anda bekerja agar mereka mendapat gambaran keseharian Anda bekerja. Kemudian, jelaskan gaji yang Anda dapatkan digunakan untuk apa.

Anda tidak perlu membahas terlalu detail. Ambil contoh yang dekat di sekeliling mereka, seperti uang itu untuk membeli makanan, untuk bayar listrik AC kamarnya, untuk membeli susu, dan sebagainya.


2. Ajak anak saat berbelanja

Biasanya anak senang diajak ke luar. Anda bisa mengajak anak ke pasar atau super market untuk memperkenalkan mereka kebutuhan apa saja yang harus dibeli, berapa harganya, bagaimana cara membayarnya. Dengan begitu anak akan memahami apa itu konsep jual beli.

Paling penting saat berbelanja dengan anak adalah biasakan untuk membuat daftar belanjaan bersama, agar anak tidak menginginkan semua barang yang ada di sana.


3. Ajak anak untuk menabung

Anak sering kali mendapatkan uang dari kerabat, namun beberapa orang tua memilih uang itu dipegang oleh mereka dengan alasan anak belum mengerti cara menyimpan uang.

Padahal orang tua bisa mengenalkan anak dengan celengan. Mereka bisa menabung uang tersebut di sana dan beritahukan kapan anak dapat menggunakannya.

Selain itu, beritahukan pula jumlah uang yang dimasukkan ke dalam celengan. Jadi selain mengenal warna uang, anak juga tau nominal angka pada uang tersebut.


4. Ajari membuat tujuan dan prioritas penggunaan uang

Saat anak sudah mendapat uang saku, mereka sudah paham tujuan penggunaannya. Misalnya, untuk jajan, beli mainan, atau uang transportasi jika mereka berangkat ke sekolah menggunakan angkutan umum.

Setelah dibiasakan menabung, orang tua dapat mengajak anak untuk menuliskan hal yang mereka inginkan, diurutkan dari yang terpenting, dan berapa jumlah yang harus mereka sisihkan untuk mewujudkan target mereka.


Bila anak sudah duduk di bangku sekolah, orang tua dapat menerapkan hal berikut:


1. Kelas 1-3 SD

Beri uang saku harian. Bimbing anak dalam mengatur uangnya dan ajari pula tujuan dan prioritas keuangannya.

2. Kelas 4-6 SD

Beri uang saku mingguan. Bimbing anak dalam mengatur uangnya dan ajari pula tujuan dan prioritas keuangannya.


3. SMP

Anak semakin dewasa dan kebutuhannya semakin banyak, otomatis uang saku juga semakin banyak. Beri anak uang saku bulanan dan sertakan alasan orang tua menerapkan demikian.

Ajak anak membuat tujuan keuangan jangka pendek (sebulan) dan jangka panjang (setahun) agar mereka tau prioritasnya dan berapa uang yang harus disisihkan.

Kemudian, kenalkan anak dengan catatan keuangan dengan memberikan contoh catatan keuangan yang orang tua punya. Setelah itu ajak mereka membuat catatan keuangannya sendiri untuk pengeluaran seminggu.


4. SMA

Anak SMA pasti mendapatkan uang saku lebih besar lagi dari pada sebelumnya. Kebutuhan dan kegiatannya pun semakin banyak dan beragam. Di usia mereka pun sudah mendapatkan KTP.

Sehingga selain menentukan tujuan keuangan, anak dapat dikenalkan dengan lembaga keuangan dan produk investasi. Jelaskan kepada mereka mengenai bank, rekening, asuransi, saham, emas, dan lain-lain.

(Sekar Aqillah Indraswari)


Berita terkait
Cara Menabung di Bank bagi Pemula
Setelah melihat keuntungan dan kerugian yang telah dijabarkan di atas, Anda tak perlu cemas dengan kekurangan sistem tabungan bank.
Untung Rugi Menabung di Rumah, Cek di Sini Guys
Setiap orang memiliki caranya masing-masing ketika menabung, ada yang lebih suka menabung di bank ataupun menabung di rumah.
Mengenal Teknik Kakeibo, Teknik Menabung ala Jepang
Kakeibo (dibaca: kah-keh-boh), merupakan metode menabung masyarakat Jepang sejak ratusan tahun silam.
0
Cara Menabung di Bank bagi Pemula
Setelah melihat keuntungan dan kerugian yang telah dijabarkan di atas, Anda tak perlu cemas dengan kekurangan sistem tabungan bank.