Ambon, (Tagar 24/6/2017) – Harga ayam kampung jenis pejantan yang ditawarkan para peternak di Kota Ambon bergerak naik mencapai Rp 150.000 per ekor. Pantauan di Pasar Mardika dan Batu Merah, Ambon, Sabtu (24/6) pagi, terlihat cukup ramai transaksi antara pedagang di pasar dengan peternak yang datang menjual hasil ternaknya sendiri ke pasar.
“Kalau mau beli silakan tinggal pilih ukuran besar kecil ayam, ada 15 ekor ayam, Rp 150.000 per ekor yang paling besar. Kalau mau beli untuk dijual lagi, saya patok harga Rp 250.000 per dua ekor ayam,” kata Rustam, peternak dari Desa Waiheru yang melakukan transaksi dengan Dodi pedagang di Pasar Mardika.
Menurutnya, bila calon pembeli tidak jadi beli bukan masalah, sebab bisa ia menjual sendiri, mengingat ini kesempatan juga untuk peternak mencari sedikit keuntungan dari hasil ternak selama ini. Dia menjual 20 ekor ayam yang dibawa dari rumah, yakni 15 pejantan dan lima betina. “Ayam betina sudah habis terjual dengan harga Rp 75.000 per ekor, sebab ayamnya juga tidak terlalu besar,” ujarnya.
Simon yang membawa ayam peliharaannya dari Pulau Haruku untuk dijual ke Pasar Ambon mengatakan, sekali-kali menjual sendiri untuk bisa mengetahui perkembangan harga pasar. “Jadi kalau hari ini kita jual sendiri sebenarnya tidak jadi masalah,” ujarnya.
Sementara itu, di Pasar Arumbay kawasan Pasar Mardika, jenis ayam broiler produksi lokal ditawarkan para pedagang beragam harga tergantung ukuran ayam, mulai dari Rp 45.000 hingga Rp 65.000/ekor. Sedangkan harga daging ayam broiler beku yang didatangkan dari Surabaya masih tetap normal Rp 32.000/kg, daging sapi segar Rp 100.000/kg, dan telur ayam ras bervariasi mulai dari Rp 1.600 hingga Rp 1.700/butir. (yps/ant)