UNTUK INDONESIA
Aman Lancar, ASDP Seberangkan 238.636 Penumpang ke Sumatera
Aman lancar, ASDP seberangkan 238.636 penumpang ke Sumatera. “Pengguna jasa menikmati layanan prima berupa perjalanan yang lancar, aman dan selamat," tutur Ira.
PENUMPANG KAPAL MELONJAK: Sejumlah warga yang akan berlibur ke Pulau Wisata Sabang, Aceh, menumpang KMP BRR di pelabuhan penyeberangan Ulee Lheue, Banda Aceh, Aceh, Sabtu (23/12). Menurut pihak ASDP setempat, volume penumpang yang berlibur pada hari Natal dan Tahun Baru 2018 ke Pulau Wisata Sabang mengalami lonjakan peningkatan. (Foto: Ant/Ampelsa)

Merak, (Tagar 24/12/2017) – Direktur Utama PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan atau ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengungkapkan, pelayanan Angkutan Natal dan Tahun Baru kali ini lancar karena tidak terlepas dari kerja keras seluruh insan ASDP dalam mendukung layanan Angkutan Natal dan Tahun Baru.

Disebutkan, selama periode arus berangkat Angkutan Natal dan Tahun Baru 2018, mulai H-7 atau Senin (18/12) hingga H-1 Minggu (24/12), sebanyak 238.636 penumpang dan sebanyak 50.533 unit kendaraan telah menyeberang ke Sumatera.

"Persiapan telah dilakukan sebaik mungkin. Strategi di lapangan juga dilakukan dengan baik, dan berupaya untuk memberikan layanan sesuai prosedur sehingga pengguna jasa dapat menikmati layanan prima, berupa perjalanan yang lancar, aman dan selamat," tutur Ira Puspadewi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (24/12).

Ia mengakui, di waktu puncak kepadatan angkutan Natal dan Tahun Baru 2018 terjadi peningkatan pengguna jasa yang cukup signifikan, khususnya penumpang pejalan kaki, roda dua, dan mobil pribadi.

"Namun, pihak ASDP khususnya Cabang Merak telah mengoperasikan kapal-kapal berukuran besar dan memaksimalkan enam dermaga, maka arus penumpang dan kendaraan relatif lancar, tidak terjadi antrean yang signifikan. Antrean masih dalam batas wajar, dan tidak sampai keluar dari pelabuhan atau bahkan jalan tol Tangerang-Merak," ujarnya.

Selain itu, dia mengaku pengguna jasa penyeberangan khususnya di Merak kini sudah semakin dapat menikmati pelayanan pelanggan yang lebih baik karena sejumlah fasilitas umum di terminal penumpang ditingkatkan.

"Ketersediaan toilet yang cukup bersih, loket yang banyak, musholla, posko kesehatan, ruang menyusui hingga kami siapkan layanan tambahan 'snack corner' gratis di dalam ruang tunggu. Antrean saat naik kapal juga bisa diminimalisasi dengan pengaturan 'port time' yang baik. Semua demi kenyamanan penumpang," jelasnya.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Merak Fahmi Alweni mengaku, pengoperasian kapal besar dan dermaga sebanyak enam unit secara maksimal cukup berhasil membuat arus penumpang dan kendaraan mengalir lancar.

Apalagi, lanjut dia, jika membaca data dan perbandingan tahun lalu, pada 22 dan 23 Desember 2017 bisa dikatakan puncak arus berangkat Natal, di mana jumlah penumpang pejalan kaki naik tajam, masing-masing naik 49,5 persen dan 18,7 persen dibandingkan realisasi tahun lalu.

"Dengan menggunakan kapal besar, arus penumpang pejalan kaki yang cukup besar dua hari berturut-turut berhasil diurai. Demikian juga dengan sepeda motor, yang saat puncak terjadi kenaikan hingga 70, satu persen pada tanggal 22 dibandingkan tahun lalu," ujarnya.

Kendati demikian, Fahmi tetap mengantisipasi bahwa malam ini masih terjadi arus berangkat Natal ke Sumatera yang akan didominasi penumpang, roda dua, dan mobil pribadi walau tak signifikan.

Data Posko Merak mencatat, jumlah penumpang yang telah menyeberang dari Jawa ke Sumatera mencapai 238.636 orang atau naik 13,1 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai 210.935 orang.

Total kendaraan seluruhnya yang telah menyeberang dari Jawa ke Sumatera mencapai 50.533 unit atau naik 15,7 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai 43.685 unit.

Roda dua, tercatat 8.267 unit atau naik 64,6 persen dibandingkan tahun lalu 5.024 unit, dan roda empat mencapai 24.886 unit atau naik 10,7 persen dibandingkan periode sama tahun lalu 22.488 unit. (ant/yps)

Berita terkait
0
Denny Siregar Lagi Pengin Nyenengin Said Didu
Saya jadi penasaran, kenapa sih Said Didu dulu dipecat Rini Soemarno dari jabatan Komisaris di perusahaan BUMN? Denny Siregar.