Alasan di Balik Kesedihan Desy Ratnasari Saat Hari Lebaran

Desy Ratnasari belajar banyak saat menjalani Lebaran tahun 2021, mulai dari menyiapkan kebutuhan hingga menyiapkan kue lebaran buatan sendiri.
Desy Ratnasari merasa sedih saat lebaran tidak bersama keluarga besar. (Foto: Tagar/ Instagram @Desyratnasari,official)

Jakarta – Hampir semua masyarakat merasakan kesedihan saat lebaran 2021, apalagi bagi mereka yang tidak berkumpul dihari yang fitri, termasuk artis Indonesia Desy Ratnasari yang merasakan pengalaman di Hari Raya Idul Fitri berbeda dari sebelumnya.

Kali ini, Desy Ratnasari harus melewati Lebaran tanpa keluarga besarnya. Biasanya Desy selalu berkumpul bersama keluarga saat hari raya tiba.

"Sekarang ada pembatasan mobilisasi, kita gak boleh kumpul-kumpul. Ya udah, tahun kemaren video call-an, grup video call yang di Bandung, Sukabumi, Jakarta, semua berhai-hai," kata Desy Ratnasari saat tampil di acara Brownies beberapa waktu lalu.

Pelantun lagu Tenda Biru itu, mengungkapkan kesedihannya kerana harus melewati Hari Raya Idul Fitri tanpa kehadiran ibunya.

Sejak Ramadan, ibunda Desy Ratnasari harus menjalani isolasi mandiri, karena dinyatakan positif Covid-19 dan sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Keadaannya berangsur membaik dan kini sedang melakukan pemulihan.

"Mama Covid, jadi udah 3 minggu mama sama tante di rumah masing-masing di Sukabumi, karena kan isolasi mandiri. Sama-sama masuk rumah sakit, sudah 2 minggu, sudah boleh keluar dari rumah sakit, tinggal pemulihan," kata Desy.


Saya membiasakan diri untuk tidak bergantung kepada orang lain, seperti menyiapkan segala kebutuhannya sendiri. 


Selain itu, dia juga mencoba menjalani hidup sehat sejak ibunya dirawat di rumah sakit, hal ini dilakukannya agar tubuhnya tetap sehat.

"Di rumah lagi berusaha untuk menghindar segala sesuatu bersifat terigu. Kita ini begini karena belajar ketika mama masuk rumah sakit, tante juga. Makanya kita ubah pola hidup kita, makanan. Saya udah 3 tahun makan beras merah," ujar Desy Ratnasari.

Keadaan seperti itu membuat Desy Ratnasari tidak bisa menghabiskan hari raya seperti biasa bersama keluarga besar. Dia juga mengakui kalau dirinya memang sedih, namun tidak ada cara lain selain menerima dan bertemu secara virtual.

"Mama gak bisa kumpul, kita aja kalau telponan, video call, sama tante video call. Di rumah cuma berenam sekarang, sama adik aku, suaminya, anaknya terus tanteku sama Najwa. Aku jadi sedih ya, yang sedihnya kita enggak bisa seperti dulu," kata Desy. [ ]

Berita terkait
Pemerintah Gelar Random Test dan Mandatory Check Covid-19 Arus Balik Lebaran
Pemerintah terapkan random-test dan mandatory-check Covid-19 untuk mengantisipasi arus balik masyarakat pasca libur Lebaran.
Rayakan Lebaran, Sharp Indonesia Bagi-bagi Hadiah Lewat Sharp Share Happiness
Sharp Electronics Indonesia, meluncurkan Sharp Share Happiness berupa program belanja terbaru untuk turut berbagi kebahagiaan rayakan Lebaran.
Lebaran 2021, Ganjar Pranowo Gelar Open House Virtual
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menggelar open house secara virtual pada Idul Fitri 1442 H yang digelar melalui zoom.
0
Kemendag Teken Kerja Sama Pemberdayaan UMKM dengan Accor, BNI, dan Pemprov DKI
Kemendag kembali menandatangani perjanjian kerja sama untuk mendorong pemberdayaan UMKM dengan grup perhotelan Accor, BNI & Pemprov DKI.