Akibat Sanksi PBB, Anak-anak dan Rakyat Korut Makan Daging Buatan

Rakyat Korea Utara (Korut) makan injogogi alias daging buatan untuk memenuhi protein akibat kesulitan ekonomi terkait sanksi PBB.
Penguasa Korut Kim Jong Un sedang berbicara dengan anak-anak Korut yang asyik makan injogogi. (Foto:Reuters)

Pyongyang, (Tagar 6/11/2017) - Rakyat dan anak-anak Korea Utara (Korut) makan injogogi alias daging buatan untuk memenuhi protein akibat kesulitan ekonomi terkait sanksi PBB. Daging buatan itu terbuat dari ampas kacang kedelai yang kemudian digulung  dalam pasta dan dimakan dengan nasi.

Injogogi di Korut sebagai makanan untuk bertahan hidup. Saat ini daging ini semakin populer dan dijual di pasar kaget yang dikenal sebagai jangmadang. Injogogi inilah yang membuat warga Korut bertahan, walaupun kehidupannya terisolasi.

"Warga makan injogogi untuk mengganti daging," kata Cho Ui Sung warga Korut yang kabur ke Korsel tahun 2014 seperti dikutip Reuters.

Saat ini, Korut semakin sulit akibat sanksi dunia internasional yang dipimpin Amerika Serikat, lantaran Pyongyang terus melakukan uji coba rudal nuklir dalam satu tahun terakhir ini.(dbs/wwn)

Berita terkait
0
Nama Varian Covid-19 Dengan Alfabet Yunani Hindari Stigma
WHO akan ganti penyebutan nama varian Covid-19 untuk hapus stigma negara-negara di mana jenis varian baru virus corona pertama kali dilaporkan