UNTUK INDONESIA
Aher Minta Polisi Usut Tuntas Penipuan PT SBL
Aher minta polisi usut tuntas penipuan PT SBL. “Kita minta Polda untuk terus mengusut hingga tuntas kasus ini sampai selesai," kata Ahmad Heryawan.
CALON JAMAAH DATANGI PT SBL: Sejumlah calon jamaah Haji Plus dan Umroh berdiskusi dengan pihak kepolisian saat mendatangi kantor PT Solusi Balad Lumampah (SBL) di Bandung, Jawa Barat, Rabu (31/1). Sedikitnya 12 ribu calon jemaah Umroh dan Haji plus yang telah membayar biaya sedikitnya Rp 18 juta hingga Rp 23 juta menjadi korban diduga penipuan dan penggelapan oleh PT SBL dan diperkirakan gagal berangkat. (Foto: Ant/Novrian Arbi).

Bandung, (Tagar 31/1/2018) – Kepolisian diimbau untuk mengusut tuntas PT Solusi Balad Lumampah (SBL) terkait kasus penggelapan dan pencucian uang pembayaran biaya umrah dan haji. Permintaan ini disampaikan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang biasa dipanggil Aher.

"Jadi sebelumnya ada First Travel sekarang SBL pula. Kita minta Polda untuk terus mengusut hingga tuntas kasus ini sampai selesai," kata Ahmad Heryawan di Gedung Sate Bandung, Rabu (31/1).

Gubernur Aher juga mengimbau agar masyarakat waspada terhadap tarif perjalanan haji dan umroh yang di luar batas kewajaran karena dikhawatirkan merupakan permainan uang.

Selain tarif yang murah, kata Aher, pelaku penipuan juga kerap menggunakan modus investasi dengan bunga tinggi demi menarik calon korban. "Mungkin uang jamaahnya diputerin. Yang daftar duluan kebagian duluan tapi yang belakang ya kehabisan," ujarnya.

Menurut Aher, sangat mudah untuk mengetahui nilai ideal biaya perjalanan haji dan umroh. Tinggal menghitung tarif tiket pesawat, biaya hotel, serta uang makan. "Biaya umroh bisa dikalkulasikan kok, jadi harus dipertanyakan jika ada umroh murah. Dikhawatirkan hanya akal-akalan saja," kata Aher.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) mengamankan dua pelaku penggelapan biro umroh dan haji PT Solusi Balad Lumampah (PT SBL) dengan total kerugian mencapai Rp 300 miliar.

"Dari total jemaah yang belum diberangkatkan sebanyak 12.845 orang, PT SBL telah menerima uang sebanyak 300 ratus miliar rupiah. Uang tersebut telah dipergunakan oleh para tersangka untuk kepentingan pribadi," ujar Kapolda Jabar, Irjen Pol Agung Budi Maryoto di Mapolda Jabar, beberapa waktu lalu.

Pelaku yang diamankan petugas yakni berinisial AJW selaku pemilik PT SBL dan ER yang merupakan staf PT SBL. Keduanya ditangkap atas hasil laporan dari calon jemaah yang merasa ditipu oleh PT SBL.

Agung mengatakan, PT SBL menyelenggarakan perjalanan ibadah umroh dan haji plus. Namun berdasarkan informasi dari Kemenag, biro tersebut tidak memiliki izin memberangkatkan haji.

"Setelah kita cek ke Kemendag, PT SBL hanya memiliki izin umroh saja, dan tidak memiliki izin memberangkatkan haji. Jadi tidak sesuai ketentuan," kata dia.

Sejak beroperasional pada awal 2016, PT SBL telah menerima calon jemaah umroh sebanyak 31.000 orang dan 117 orang calon jemaah haji plus. Masing-masing calon jemaah umroh melakukan pengiriman uang bervariasi mulai dari Rp 18 juta hingga Rp 23 juta.

"Dari total calon jemaah yang sudah mendaftar, PT SBL berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp 900 miliar," tuturnya.

Dia melanjutkan, dari total calon jemaah umroh yang sudah mendaftar baru sekitar 17.383 orang yang sudah diberangkatkan. Sisanya sebanyak 12.845 calon jemaah umroh belum diberangkatkan.

Untuk calon jemaah haji plus yang berjumlah 117 orang, masing-masing telah mengeluarkan biaya sebesar Rp 110 juta. Hingga total dana yang terkumpul dari haji plus mencapai Rp 12,8 miliar.

Atas pengungkapan tersebut, tersangka telah melanggar Pasal 378 dan Pasal 372 tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman pidana paling lama 20 tahun dan denda Rp 10 miliar. (ant/yps)

Berita terkait
0
Jokowi Perlu Evaluasi Pemilu 2019 Sebelum Revisi UU
Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin melakukan evaluasi terhadap Pemilu 2019, sebelum memberi lampu hijau revisi UU Pemilu yang diusulkan KPU.