Editor : Syaiful W Harahap
Tumor otak agresif hampir selalu kambuh setelah pengobatan. Kini, para peneliti mengembangkan vaksin terapeutik yang diharapkan mampu mencegah kekambuhan dan memperpanjang harapan hidup pasien. (Foto: dw.com/id - Kashapova/Zoonar/picture alliance)
Vaksin Tumor Otak Tunjukkan Hasil yang Besar
10 July 2026 | 8:54

TAGAR.id - Terapi vaksin eksperimental memberi harapan bagi pasien tumor otak yang selama ini sulit disembuhkan. Hasil studi menunjukkan terapi ini berpotensi memperlambat perkembangan kanker dan memperpanjang harapan hidup pasien. Julia Vergin* melaporkannya untuk Deutsche Welle (DW, 9/7/2026).

Tumor otak merupakan salah satu jenis kanker yang paling sulit diobati. Bahkan tumor yang dapat dioperasi pun jarang bisa diangkat sepenuhnya melalui pembedahan. Karena itu, pasien umumnya juga menjalani kemoterapi dan radioterapi. Meski demikian, penderita tumor otak yang agresif sering kali hanya bertahan hidup tidak lebih dari lima tahun setelah didiagnosis.

Dalam sebuah studi yang dilakukan para peneliti dari German Cancer Research Center, University Medical Center Mannheim, Heidelberg University Hospital, dan sejumlah lembaga penelitian lainnya, sebanyak 33 pasien juga menerima vaksin eksperimental.

Delapan tahun kemudian, tim peneliti mempublikasikan hasil pemantauan jangka panjang tersebut di jurnal Nature. Hasilnya memberikan alasan untuk optimistis secara hati-hati: sebanyak 66% peserta penelitian masih hidup setelah delapan tahun, sementara pada 42% peserta, tumor tidak tumbuh kembali selama periode tersebut.

Salah satu penulis utama studi, Michael Platten, yang merupakan direktur Departemen Neurologi di University Medical Center Mannheim sekaligus kepala divisi penelitian di German Cancer Research Center, mengatakan bahwa dirinya sangat terkejut karena tumor tidak kambuh pada proporsi pasien yang begitu besar dalam jangka waktu yang begitu lama.

Artikel Asli