Editor : Syaiful W Harahap
DW menganalisis bagaimana penggunaan, penjualan, dan dampak pestisida berkembang sebelum dan sesudah UE membatalkan target pemotongan wajib pestisida sebesar 50%. (Foto: dw.com/id - Frank Hoermann/SVEN SIMON/picture alliance)
Uni Eropa Gagal Menekan Penggunaan Pestisida
30 May 2026 | 7:23

TAGAR.id – Uni Eropa (UE0 tidak cuma membatalkan target wajib untuk mengurangi pestisida, tapi juga mengendurkan upaya memangkas penggunaan pembasmi kimia menjadi separuhnya. Bahan kontroversial seperti glyphosate masih tetap diperjualbelikan. Ana Munoz Padros melaporkannya untuk Deutsche Welle (DW,22 Mei 2026).

Tiga tahun lalu, UE tampak mulai serius menangani penggunaan pestisida. Sebanyak 40% warga UE menyatakan kekhawatirannya karena pestisida ditemukan dalam makanan mereka, dan lebih dari satu juta orang menuntut penghapusan penggunaan pestisida secara bertahap.

Sebagai tanda keseriusan, Parlemen Eropa saat itu dijadwalkan akan memberikan suara pada proposal yang mengikat untuk mengurangi penggunaan pestisida hingga separuh pada tahun 2030, dengan menjadikan rata-rata periode 2015–2017 sebagai acuan dasar.

"Tanpa perubahan ini, kita berisiko kehilangan penyerbuk dan menghadapi keruntuhan ekosistem, yang akan berdampak pada ketahanan pangan dan harga pangan,” ujar mantan Komisaris Uni Eropa Stella Kyriakides saat itu.

Namun pada tahun 2026, rencana tersebut justru dihentikan sepenuhnya. Lebih dari itu, demi mengurangi beban regulasi bagi perusahaan, badan eksekutif UE kini bahkan mempertimbangkan untuk menyetujui sebagian besar pestisida secara permanen.

Artikel Asli