Editor : Mila Yefriza
Pelajaran Karier untuk HR Muda. (Foto: Tagar/Dok ist)
Suryo Sasono Bagikan 5 Pelajaran Karier untuk HR Muda: Dari Mental Maraton hingga Prinsip Empty Glass
20 June 2026 | 23:44

TAGAR.id, Jakarta - Jobstreet by SEEK menyoroti sejumlah pelajaran penting bagi profesional HR dan pemimpin muda dalam membangun karier yang berkelanjutan, mulai dari pentingnya konsistensi, pola pikir sistematis, hingga kemampuan belajar dan beradaptasi di berbagai konteks bisnis. Insight ini disampaikan dalam perbincangan bersama Suryo Sasono, pemimpin HR yang meniti karier hingga posisi strategis di usia relatif muda, dalam episode ketiga Power Talks oleh Jobstreet by SEEK.

Dirangkum dari diskusi tersebut, ada lima pelajaran karier dan kepemimpinan yang relevan bagi perusahaan maupun profesional yang ingin membangun kapabilitas jangka panjang di dunia kerja yang terus berubah.

1. Karier bukan sprint, melainkan maraton yang dibangun lewat konsistensi

Suryo menekankan bahwa akselerasi karier bukanlah hasil keberuntungan semata. Menurutnya, pencapaian besar dalam karier merupakan akumulasi dari disiplin, kerja keras, dan proses belajar yang dijalani secara konsisten dalam jangka panjang. Perspektif ini menjadi pengingat bahwa pertumbuhan karier yang sehat dibangun dari kebiasaan yang terus diulang, bukan dari hasil instan.

2. Pola pikir engineering dapat membantu HR bekerja lebih sistematis

Latar belakang teknik yang dimiliki Suryo membentuk cara berpikir yang terstruktur dalam melihat persoalan organisasi. Pendekatan ini terlihat dari caranya memetakan hambatan, mengurai bottleneck, dan memperbaiki proses kerja secara lebih efisien. Dalam konteks HR, pola pikir semacam ini penting untuk memastikan bahwa fungsi SDM tidak hanya berfokus pada kebijakan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi yang terukur bagi bisnis.

3. Perspektif bisnis sangat penting untuk memperkuat peran HR

Salah satu titik balik penting dalam perjalanan karier Suryo adalah ketika ia memperoleh pengalaman yang memperluas sudut pandangnya tentang bagaimana bisnis melihat fungsi HR. Pengalaman ini memperkuat keyakinannya bahwa HR perlu memahami bahasa bisnis, target organisasi, dan kebutuhan pemimpin lintas fungsi agar dapat berkontribusi lebih strategis. Dengan demikian, HR tidak berhenti sebagai fungsi pendukung, melainkan menjadi bagian penting dari pengambilan keputusan.

Artikel Asli