Editor : Syaiful W Harahap
Ashraf Fauzan Ramdhani, Founder NEU MEN (Foto: Dok/Ist)
Sukses Berkarya Sebelum 30: NEU MEN Merangkai Cerita Lewat Wastra Indonesia bersama Shopee
20 August 2025 | 4:39

TAGAR.id, Jakarta – Industri fesyen lokal kini kian memikat, digerakkan oleh generasi muda yang tidak ragu meramu identitas budaya dengan sentuhan modern. Di tengah gelombang energi kreatif ini, brand fesyen pria asal Bandung, NEU MEN, mencuri perhatian. Dengan desain khas yang membawa kekayaan budaya Indonesia dan strategi dalam memanfaatkan platform digital Shopee, NEU MEN berhasil menembus pasar internasional, sekaligus membangun hubungan yang hangat dengan para pecinta fesyen di berbagai belahan dunia.

Ashraf Fauzan Ramdhani, Founder NEU MEN mengatakan, “NEU MEN lahir di masa pandemi dari ide sederhana oleh saya dan kakak. Walaupun latar belakang kami di dunia korporat, usaha fesyen milik ibu menjadi sumber inspirasi kami. Awalnya iseng karena bosan bekerja di rumah, kami memulai bisnis dengan merancang pakaian pria yang tidak hanya nyaman digunakan, tetapi juga menyimpan cerita budaya di setiap potongannya. Hanya dalam enam bulan, pendapatan bisnis kami mampu menyamai pendapatan kami saat masih di dunia korporat. Ini jadi pengingat bahwa anak muda yang punya ide kreatif tidak perlu menunggu nanti untuk memulai. Semua bisa dibangun dari modal sederhana dan dukungan platform digital seperti Shopee, yang fiturnya mudah digunakan bahkan oleh pemula, sehingga ide bisa cepat diwujudkan menjadi karya nyata.”

NEU MEN: Perpaduan Budaya, Modernitas, dan Keberlanjutan Lingkungan

Sejak awal berdiri, NEU MEN mengusung misi menghadirkan fesyen yang membawa sarat makna. Setiap koleksi lahir dari perpaduan elemen budaya Indonesia dengan gaya modern yang mudah diterima lintas generasi. Motif ikonik seperti peta Nusantara, Monas, dan seni khas daerah diwujudkan dalam potongan kasual maupun semi-formal yang fleksibel dipakai di berbagai kesempatan, dari acara santai hingga formal. NEU MEN juga mempunyai keunikan karena menggabungkan keahlian batik, tenun, bordir, dan printed anti-alergi dengan penggunaan material ramah lingkungan. Hal ini merupakan kombinasi yang mencerminkan kualitas serta inovasi yang menjadi ciri khas NEU MEN.

Keberlanjutan pun telah menjadi DNA tak terpisahkan dari NEU MEN. Setiap potongan kain dimanfaatkan secara optimal untuk meminimalkan limbah tekstil, sementara sisa-sisa bahan diolah kembali menjadi produk baru dengan desain kreatif. Langkah ini bukan hanya membuat proses produksi lebih ramah lingkungan, tetapi juga memperkaya ragam koleksi, selaras dengan tren global fesyen berkelanjutan sekaligus mencerminkan kearifan lokal.

Artikel Asli