TAGAR.id – Nasib seorang bocah berusia 7 tahun dengan penyakit fibrosis kistik jadi simbol ketidakberdayaan Libya menjamin layanan kesehatan. Keluarganya kini terpaksa bertaruh nyawa menyebrang laut ke ke Italia demi pengobatan. Islam Alatrash melaporkannya untuk Deutsche Welle (DW).
Krisis layanan kesehatan di Libya kini mendapat wajah: dalam sosok Sohan Aboulsoud, gadis berusia tujuh tahun yang mengidap fibrosis kistik, penyakit genetik turunan yang memengaruhi paru-paru, sistem pencernaan, dan organ vital lainnya.
Keluarganya, yang tak lagi menemukan harapan pengobatan di Tanah Air mereka, pada 25 Juni 2025 lalu nekat menantang maut dengan menyebrang laut, menuju Italia demi mencari pertolongan medis.
Ibunda Sohan, Khawla Nail, mengunggah foto putrinya yang terbaring lesu di atas perahu penyelundup. Gambar itu viral di media sosial dan diliput oleh berbagai media internasional. Keesokan harinya, puluhan keluarga yang anak-anaknya juga menderita fibrosis kistik turun ke jalan berdemonstrasi di Tripoli. Mereka menuntut akses terhadap pengobatan dan pendirian pusat diagnosis di Libya, serta menegaskan bahwa nyawa taruhannya.
Setelah tumbangnya rezim Muammar Gaddafi pada 2011, Libya hingga kini masih dilanda kekacauan politik. Sejak 2014, negeri di Afrika Utara itu terbelah dua, antara pemerintahan rekonsiliasi yang diakui PBB, Government of National Unity (GNU), di Tripoli, melawan faksi saingan, House of Representatives, yang beroperasi dari Tobruk.