Editor : Syaiful W Harahap
Situs Çatalhöyük di Turki (Foto: dw.com/id - Serhat Cetinkaya/picture alliance/Anadolu)
Situs Kuno Catalhoyuk Ungkap Budaya Matrilineal di Turki?
14 August 2025 | 5:18

TAGAR.id – Pada Zaman Neolitik, masyarakat di wilayah yang kini menjadi Turki diyakini digerakkan oleh perempuan — bukan laki-laki. Analisis DNA dari situs Catalhoyuk mengungkap petunjuk tentang struktur sosial yang tak lazim. Carla Bleiker* melaporkannya untuk Deutsche Welle (DW, 23 Juli 2025).

Sejak 1960-an, arkeolog telah mencurigai bahwa Catalhoyuk — salah satu pemukiman tertua yang dihuni secara permanen di dunia — menyimpan rahasia tersendiri. Terletak di wilayah Turki modern, situs Zaman Neolitik ini telah lama menarik perhatian, bukan hanya karena usianya, tetapi juga karena dugaan bahwa perempuan memegang peran sentral dalam masyarakatnya.

Kecurigaan awal ini muncul dari penemuan figur-figur kecil yang menyerupai dewi ibu Anatolia. Namun, tanpa bukti konkret, dugaan tersebut lama hanya berstatus spekulasi.

Kini, berkat metode penelitian modern, kecurigaan itu berubah menjadi temuan ilmiah yang mengejutkan: masyarakat Catalhoyuk sekitar 9.000 tahun lalu berpusat pada perempuan. Sebuah tim peneliti internasional yang dipimpin oleh ahli genetika dari Middle East Technical University di Ankara menyebut masyarakat ini sebagai "female-centered society” — masyarakat yang berorientasi pada perempuan.

DNA ungkap struktur sosial matrilineal

Artikel Asli