Editor : Syaiful W Harahap
Surindro Kalbu Adi Commercial & Logistic Director PT Cemindo Gemilang Tbk di konferensi pers Semen Merah Putih, Jakarta, 23/1/2026 (Foto: Dok/Ist/FORTUNA PR)
Semen Merah Putih Dorong Konstruksi Berkualitas Melalui Praktik Berkelanjutan dan Green Cement
24 January 2026 | 8:45

TAGAR.id, Jakarta - PT Cemindo Gemilang Tbk lewat brand Semen Merah Putih menegaskan bahwa agenda keberlanjutan kini menjadi bagian integral dari strategi bisnis perusahaan untuk menjaga daya saing industri material konstruksi, di tengah tekanan pasar, oversupply industri, serta meningkatnya tuntutan efisiensi dan regulasi lingkungan.

Di tengah kondisi industri semen nasional yang masih menghadapi utilisasi rendah, dengan tingkat pemanfaatan kapasitas produksi yang pada 2025 berada di kisaran 54 persen dan kondisi overcapacity lebih dari 56 juta ton, Semen Merah Putih memilih pendekatan sistemik dengan memperkuat praktik berkelanjutan sebagai fondasi bisnis ke depan, melalui efisiensi energi, optimalisasi proses produksi dan logistik, serta pengembangan portofolio green cement yang relevan dengan kebutuhan pasar dan arah kebijakan pembangunan nasional.

Commercial & Logistic Director PT Cemindo Gemilang Tbk, Surindro Kalbu Adi, menyampaikan bahwa keberlanjutan tidak lagi diposisikan sebagai inisiatif tambahan, melainkan sebagai bagian dari cara industri bekerja hari ini. “Sustainability kami posisikan sebagai bagian dari cara industri bekerja hari ini, bukan sekadar inisiatif tambahan. Dimana di Semen Merah Putih, praktik sustainability itu dibagi dalam 4 pillar, process, product, people dan planet. Pendekatan ini penting agar pendekatan sustainability kami lebih holistik dan terintegrasi dalam mendukung pembangunan nasional tanpa mengorbankan kualitas,” ujar Surindro.

Hal ini terbukti ikut mendorong kinerja Semen Merah Putih mampu mencatat kinerja positif dengan pertumbuhan sekitar 4,2 persen di relevant area di tahun 2025. Di mana secara nasional, industri semen masih menghadapi perlambatan permintaan.

Sepanjang 2024 hingga 2025, volume penjualan domestik tercatat menurun sekitar 1,5 persen, dengan total penjualan domestik turun dari sekitar 64,95 juta ton pada 2024 menjadi 63,85 juta ton pada 2025.

Artikel Asli