TAGAR.id, Jakarta - Dalam momentum Hari Pahlawan Nasional, Semen Merah Putih mengajak masyarakat untuk menaruh perhatian pada sosok “pahlawan” yang jarang tersorot, yaitu para tukang, mandor, dan pekerja konstruksi yang berperan penting dalam membangun fondasi kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.
“Semangat kepahlawanan tidak pernah hilang. Ia hanya berubah bentuk,” ujar Nyiayu Chairunnikma, Head of Marketing Semen Merah Putih. “Hari ini, kita melihat semangat itu pada mereka yang membangun negeri dengan kerja keras, ketelitian, dan dedikasi tanpa pamrih. Mereka memastikan setiap fondasi konstruksi infrastruktur dan bangunan terbangun dengan kuat dan aman. Itulah semangat “pahlawan” yang sesungguhnya.”
Dalam peringatan Hari Pahlawan ini, Semen Merah Putih menegaskan bahwa pembangunan bukan hanya tentang arsitektur atau struktur fisik, tetapi juga tentang kerja keras manusia di baliknya. Setiap rumah, gedung, sekolah, dan jembatan di Indonesia berdiri berkat tangan-tangan yang bekerja di bawah terik matahari, di antara debu, semen, dan rangka besi, memastikan setiap bangunan berdiri kokoh untuk melindungi kehidupan di dalamnya.
Sejalan dengan semangat tersebut, sejak 2023, Semen Merah Putih telah menjalankan program Mandor Pintar Institute (MPI), sebuah inisiatif pelatihan dan sertifikasi bagi pekerja konstruksi di berbagai daerah di Indonesia. Melalui program ini, para mandor dan tukang dibekali dengan pengetahuan teknis dan manajerial, mulai dari teknik pengecoran efisien, pengelolaan mutu beton, hingga keselamatan kerja dan efisiensi material.
Peserta program ini tidak hanya mendapatkan pelatihan, tetapi juga sertifikasi kompetensi resmi, yang membuat keterampilan mereka diakui secara profesional dan meningkatkan daya saing di dunia kerja. Hingga kini, program MPI telah memiliki lebih dari 500 pahlawan konstruksi yang terus dibina dan dikembangkan, dalam suatu komunitas untuk meningkatkan kapasitas dan keahlian di industri konstruksi.