TAGAR.id - Banjir bandang menerjang Nepal (26/8/2026, pukul 08.37 waktu setempat), menewaskan ratusan orang dan membuat lebih dari seribu lainnya hilang. Mengapa air bisa datang begitu cepat dan berubah menjadi bencana mematikan dalam hitungan menit? Lekhanath Pandey, Darko Janjevic dan Julia Vergin* melaporkannya untuk Deutsche Welle (DW, 28/8/2026).
Banjir bandang menerjang wilayah utara Nepal pada Rabu (26/8/2026), menewaskan ratusan orang, sementara ribuan lainnya masih dinyatakan hilang. Dengan jumlah korban tewas masih terus bertambah, skala kehancuran yang sebenarnya masih belum diketahui.
Namun, bukan hanya besarnya volume air yang membuat bencana ini mematikan. Dalam waktu sekitar 10 menit, air bercampur es, lumpur, dan material bebatuan bergerak hingga 20 kilometer ke arah hilir.
Bagi warga yang berada di jalurnya, hampir tidak ada waktu untuk menyelamatkan diri. Akibat lainnya, sejumlah akses seperti jalan, jembatan, dan sejumlah fasilitas pembangkit listrik ikut rusak.
Korban banjir terisolasi dari bantuan