Editor : Syaiful W Harahap
Ilustrasi - Bocah korban pelecehan seksual (Foto: dw.com/id - picture alliance/Photoshot)
Ribuan Bocah di Filipina Dipaksa untuk Layani Pedofilia
25 March 2026 | 6:16

TAGAR.id – Wisata seks virtual yang melibatkan anak di bawah umur sedang menjamur di Filipina. Kemiskinan dan kemudahan akses internet membuat negeri jiran tersebut menjadi magnet buat kaum pedofilia* dari seluruh dunia. Roxana Duerr melaporkannya untuk Deutsche Welle (DW, 4/2/2026).

Ibabao adalah sebuah desa nelayan dengan jalan berbatu Cebu, Filipina, berkerumun pohon kelapa dan gereja. Di sini, di selatan Filipina, semua saling kenal. Ikatan keluarga dan masyarakat mendominasi struktur sosial. Saking kuatnya, rahasia bisa tersimpan selamanya.

Di bilik-bilik bambu dan rumah bertembok batu bata berhias patung Bunda Maria, anak-anak terbiasa melakukan adegan seksual di depan kamera. Mereka dipaksa oleh tetangga atau bahkan orangtua sendiri.

Video yang pembuatannya dibayai oleh kaum pedofilia dari seluruh duna itu disiarkan langsung via internet. Tarifnya hingga 100 dolar AS atau setara dengan Rp 1.688.900 sekali tayang. Penduduk yang dulu melaut pun kini banyak yang berubah pekerjaan menggotong kabel atau memanggul lampu.

Ibabao bukan lagi desa nelayan. Tetapi, kini menjelma menjadi neraka cabul buat anak-anak. Dan Ibabao bukan kasus unik di Filipina.

Artikel Asli