Editor : Syaiful W Harahap
Tokoh agama Tengku Muzakkir (Waled Lapang) mendoakan keselamatan Letkol Inf Jahrul Fahmi beserta prajuritnya lewat tradisi peusijuek pada pelepasan Satgas Pamtas RI-PNG Statis Yonif 117/KY di Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara, Aceh, 2/7/2026. (Foto: TAGAR/Dok/Fotografer Laung)
Putra Aceh Letkol Jahrul Pimpin 450 Pasukan Ksatria Yudha ke Papua Emban Misi Jaga Perbatasan dan Mengajar Anak Pedalaman
3 July 2026 | 7:37

TAGAR.id, Aceh Utara – Isak tangis haru dan lambaian tangan keluarga mengiringi keberangkatan 450 prajurit TNI AD dari Batalyon Infanteri 117/Ksatria Yudha (Yonif 117/KY) di Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara, Prov Aceh, pada hari Kamis (2/7/2026). Satuan tempur di bawah jajaran Korem 012/Teuku Umar ini bertolak menuju wilayah perbatasan Papua menggunakan KRI Banjarmasin-592.

Ratusan prajurit tersebut tergabung dalam Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–PNG Statis Kodam Iskandar Muda. Mereka mengemban misi negara untuk menjaga kedaulatan NKRI di wilayah timur Indonesia selama satu tahun ke depan.

Tangis haru dan pelukan hangat keluarga mewarnai pelepasan 450 prajurit Yonif 117/Ksatria Yudha yang bersiap mengemban tugas negara di Pelabuhan Krueng Geukueh, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh, 2/7/2026. (Foto: TAGAR/Dok/Fotografer Laung)

Sebelum menaiki kapal perang, prosesi adat peusijuk (tepung tawar) digelar secara khidmat di dermaga. Prosesi ini dipimpin langsung oleh tokoh agama kharismatik, Tengku Muzakkir atau Waled Lapang. Tradisi khas Aceh tersebut menjadi simbol doa, restu, dan harapan agar seluruh personel diberikan keselamatan, kekuatan, serta kelancaran dalam menjalankan tugas negara.

Suasana emosional tidak terbendung saat para prajurit berpamitan. Tangisan dari para istri, orang tua, dan anak-anak pecah di area pelabuhan, mengantarkan langkah tegap para "Ksatria Yudha" yang siap mendedikasikan diri demi bangsa.

Artikel Asli