TAGAR.id – Lautan dunia mencatat rekor suhu selama sembilan tahun berturut-turut, gletser menyusut dan cuaca ekstrem menewaskan ribuan orang. Guna mencegah dampak terburuk, dunia harus segera meninggalkan bahan bakar fosil. Jennifer Collins melaporkannya untuk Deutsche Welle (DW, 24 Maret 2026).
Setiap orang yang hidup saat ini tumbuh di dunia dengan cuaca ekstrem yang semakin parah. Tahun lalu, banjir besar sekali dalam 50 tahun melanda Texas, AS, gletser di Islandia mencair dengan kecepatan rekor, badai topan menghantam Jamaika dengan kekuatan hampir belum pernah terjadi sebelumnya, dan dunia mengalami gelombang panas ekstrem. Jendela untuk mengubah arah semakin menyempit. Demikian peringatan para ilmuwan.
Laporan yang dirilis pada hari Senin (23/03 oleh Organisasi Meteorologi Dunia/WMO) menegaskan bahwa iklim Bumi berada dalam ketidakseimbangan yang lebih parah daripada kapan pun dalam sejarah pengamatan dan dampaknya dapat terasa selama berabad-abad, bahkan ribuan tahun.
Temuan utama dalam laporan tahunan WMO State of the Global Climate 2025 meliputi: