TAGAR.id, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) buka suara soal usulan skema penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) diganti menjadi uang tunai. Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan untuk merealisasikan program ini, pemerintah telah menggelar diskusi yang panjang.
Dadan menegaskan tujuan utama pemberian MBG kepada anak-anak hingga ibu hamil adalah intervensi gizi. Selain itu dia juga menyoroti adanya program Bantuan Langsung Tunai (BLT). Dengan demikian jika MBG diganti dengan uang tunai, maka akan ada tumpang tindih program pemerintah.
Program ini adalah untuk intervensi pemenuhan gizi. Untuk uang tunai kan sudah ada bantuan tunai langsung. Jadi kita tidak ingin melakukan itu,” tutur Dadan di Kantor BGN, Senin (22/9).
Dia mencontohkan kasus Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang tidak tersalurkan dengan baik akibat adanya oknum orang tua yang tidak bertanggung jawab.
Dadan mengatakan, jika MBG diganti dengan uang, maka akan ada kemungkinan uang tersebut tidak dinikmati oleh penerima manfaat yang seharusnya untuk intervensi gizi.