TAGAR.id – Eropa rutin dilanda gelombang panas ekstrem yang memecahkan rekor suhu tertinggi dan merenggut korban jiwa. Mengapa suhu rata-rata di seluruh benua memanas begitu cepat? Martin Kuebler melaporkannya untuk Deutsche Welle (DW, 2 Juni 2026).
Pada musim semi ini, gelombang panas sudah melanda Inggris, Irlandia, Jerman, Prancis, Spanyol, hingga Italia dengan ketinggian suhu yang tidak pernah terjadi sebelumnya.
Cuaca musim semi yang tidak lazim ini dipicu fenomena "kubah panas". Sebutan bagi sistem atmosfer bertekanan tinggi yang bergerak dari Afrika Utara dan mengakibatkan udara panas di atas Eropa.
Layanan Perubahan Iklim Copernicus milik Uni Eropa menyatakan bahwa cuaca panas makin sering terjadi di Eropa dalam 25 tahun terakhir, sehingga memicu gelombang panas yang lebih sering dan ekstrem.
"Dulu, suhu pada skala tersebut adalah hal yang tidak biasa, bahkan di puncak musim panas sekalipun," kata Friederike Otto, profesor ilmu iklim di Imperial College London sebagaimana dikutip dalam sebuah pernyataan. "Rekor panas ini jelas menunjukkan jejak nyata perubahan iklim," lanjut Friederike.