Editor : Syaiful W Harahap
Ilustrasi (Foto: Dok/Ist)
Harapan Baru Gerakan Anti Penyiksaan Hewan di Indonesia
18 February 2026 | 6:45

TAGAR.id, Jakarta - Status Indonesia yang sempat menempati peringkat pertama dunia dalam unggahan konten penyiksaan hewan menurut laporan SMACC 2021, gerakan masyarakat sipil muncul untuk membuat terobosan teknologi diperkenalkan untuk memutus rantai kekejaman tersebut. Gerakan Pawtective Siren resmi meluncurkan inovasi kalung beralarm pintar berbasis sensor detak jantung sebagai solusi preventif bagi anjing anjing liar yang rentan menjadi korban penyiksaan.

Langkah ini diambil menyusul kondisi kritis kapasitas shelter di kota kota besar yang telah melebihi batas. Dengan populasi anjing nasional yang diperkirakan mencapai 16 juta ekor menurut data One Health Roadmap Kemenkes RI, perlindungan fisik berupa penampungan saja dinilai tidak lagi mencukupi.

Jeremy Randolph, perwakilan gerakan Pawtective Siren dari Komunitas Hope for Strays, menegaskan bahwa pendekatan preventif berbasis teknologi dibutuhkan untuk menjangkau area yang selama ini luput dari pengawasan.

“Selama ini shelter dan relawan bekerja luar biasa keras, tetapi mereka lebih banyak menyelamatkan setelah kejadian. Sementara kekerasan sering terjadi di lokasi sepi atau malam hari tanpa saksi. Pawtective Siren kami rancang sebagai perlindungan langsung di lokasi, sebelum kekerasan itu menjadi fatal,” jelas Jerry.

Ilustrasi (Foto: Dok/Ist)

Artikel Asli