TAGAR.id, Jakarta - Mulai dari novel thriller hingga kisah romantis, jumlah buku yang dilarang oleh pemerintah Malaysia sepanjang tahun 2025 sudah melebihi total larangan dalam enam tahun terakhir digabungkan. Zsombor Peter melaporkannya untuk Deutsche Welle (DW, 3 Oktober 2025).
Tahun 2025 ini, Malaysia mengalami lonjakan pelarangan buku yang disebut oleh sejumlah penerbit, akademisi, dan kelompok HAM sebagai kemunduran berbahaya menuju penindasan dan dogma Islam konservatif.
Kementerian Dalam Negeri Malaysia telah melarang peredaran 24 buku hingga Oktober 2025, jumlah yang melebihi total pelarangan selama enam tahun terakhir, dan menjadi yang tertinggi sejak 2017.
Buku-buku yang dilarang mencakup novel thriller, kisah romantis, kumpulan puisi berjudul "Masturbation", buku non-fiksi tentang Islam, serta panduan pubertas untuk anak-anak praremaja.
Hampir separuh dari buku-buku yang masuk daftar hitam mengangkat tema LGBTQ+, termasuk novel terkenal "Call Me by Your Name" yang diadaptasi menjadi film pemenang Oscar tahun 2017 yang dibintangi Timothée Chalamet.