Editor : Syaiful W Harahap
Ilustrasi (Foto: TAGAR/Dok/Ist)
FedEx Mendorong Bisnis di Asia Pasifik untuk Menghadapi Tantangan Perdagangan Global dengan Penuh Keyakinan
30 June 2025 | 6:27

TAGAR.id, Jakarta - Federal Express Corporation, salah satu perusahaan transportasi ekspres terbesar di dunia, telah menyediakan informasi yang dapat mendukung bisnis di seluruh Asia Pasifik dalam menavigasi lanskap perdagangan yang terus berubah, yang ditandai oleh ketidakpastian akibat tarif dan pengawasan bea cukai yang semakin ketat.

Untuk membantu pelanggannya tetap sigap dalam menghadapi perubahan regulasi dan merespons dinamika perdagangan global, FedEx telah menyelenggarakan serangkaian webinar. Respons terhadap seri webinar terbaru menunjukkan adanya kebutuhan akan panduan di kalangan komunitas bisnis, dengan lebih dari 6.500 peserta yang mendaftar dari berbagai wilayah.

Sebagai fasilitator perdagangan yang berpengalaman, FedEx berada dalam posisi unggul untuk memahami sentimen di kalangan komunitas bisnis.

  • Sekitar 29% dari peserta webinar FedEx menyatakan tidak memiliki rencana untuk mengubah strategi rantai pasok mereka.
  • Sementara itu, 52% sedang mempertimbangkan untuk mendiversifikasi rantai pasok dalam 12 bulan mendatang guna menghadapi ketidakpastian dalam perdagangan global.
  • Sebanyak 19% telah secara aktif menjalankan langkah-langkah tersebut.
  • Sebanyak 41% pelaku usaha menyebut ketidakpastian tarif yang terus berlangsung serta sebanyak 29% peserta menyatakan meningkatnya biaya sebagai faktor utama yang mendorong sekaligus menghambat upaya diversifikasi rantai pasok.

Informasi ini menggarisbawahi pentingnya memanfaatkan praktik terbaik dan keahlian para pakar perdagangan untuk menghadapi tantangan kepabeanan dan meningkatkan ketahanan rantai pasok.

“Resiliensi kini menjadi kebutuhan strategis dalam dunia perdagangan yang terus berubah akibat pergeseran regulasi, perubahan alur perdagangan, dan disrupsi digital,” kata Salil Chari, Senior Vice President Marketing & Customer Experience for Asia Pacific. “Walaupun banyak pelaku bisnis memilih pendekatan ‘wait and see’ sebelum mengambil langkah strategis besar, perusahaan yang paling siap menghadapi masa depan adalah mereka yang berinvestasi dalam fleksibilitas, mendorong inovasi, dan mengandalkan kemitraan terpercaya untuk tetap unggul di tengah perubahan.” tutupnya.

Artikel Asli