Editor : Syaiful W Harahap
Danrem 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran, bersama rombongan meninjau Jembatan Gantung Perintis Garuda membentang sepanjang 240 meter di atas sungai yang menghubungkan Desa Sekerak Kiri dan Desa Bandar Mahligai di pedalaman Kab Aceh Tamiang (19/5/2026). (Foto: TAGAR/Dok/Fotografer Laung).
Danrem 011 Lilawangsa Brigjen Ali Imran Tinjau Jembatan Gantung di Aceh Tamiang Terpanjang di Indonesia
20 May 2026 | 14:56

TAGAR.id, Aceh Tamiang, Aceh - Infrastruktur vital kini berdiri kokoh di pedalaman Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Jembatan Gantung Perintis Garuda resmi menghubungkan Desa Sekerak Kiri dan Desa Bandar Mahligai, Kecamatan Sekerak, Kab Aceh Tamiang, Prov Aceh, setelah puluhan tahun warga setempat mendambakan akses yang layak.

Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran, menyatakan bahwa jembatan sepanjang 240 meter ini merupakan jembatan gantung terpanjang di seluruh Indonesia. Pembangunannya merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto pasca bencana banjir di Aceh.

"Di daerah ini puluhan tahun belum ada akses jembatan. Jembatan ini memiliki panjang 240 meter dengan kapasitas beban hingga 400 kilogram. Ini adalah solusi nyata bagi keselamatan dan ekonomi rakyat," ujar Brigjen Ali Imran (19/5/2026).

Danrem 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran, bersama rombongan menyeberangi Jembatan Gantung Perintis Garuda sepanjang 240 meter penghubung Desa Sekerak Kiri dan Desa Bandar Mahligai di pedalaman Kabupaten Aceh Tamiang(19/5/2026). (Foto: TAGAR/Dok/Fotografer Laung).

Sebelum ada jembatan ini, warga dan anak sekolah harus menggunakan perahu kayu atau menempuh jalur darat memutar selama satu hingga dua jam. Kini, mobilitas antar desa hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit.

Artikel Asli