TAGAR.id, Jakarta - Ada momen yang hampir pasti dialami siapa pun yang baru pertama kali ke Eropa: tiba di bandara, buka Google Maps, dan sadar bahwa data seluler tidak aktif. Lalu pilihan pertama yang muncul adalah Wi-Fi bandara yang lambat, roaming yang tarifnya membuat jantung berdegup, atau antri di konter SIM yang antrian orangnya lebih panjang dari konter imigrasi.
Eropa adalah destinasi impian bagi banyak backpacker Indonesia. Harganya tidak murah — tiket, akomodasi, dan biaya hidup di sana sudah menguras tabungan cukup dalam. Tidak perlu ditambah dengan tagihan internet yang tidak masuk akal.
Artikel ini membahas cara realistis untuk mengatur konektivitas internet selama di Eropa, dari yang paling sederhana sampai yang paling efisien untuk perjalanan multi-negara.
Sebelum bicara solusi, penting untuk memahami kenapa opsi paling mudah justru paling mahal.
Roaming internasional dari operator Indonesia ke kawasan Eropa bekerja dengan sistem yang berlapis: operator Indonesia membayar biaya akses ke operator lokal Eropa, lalu menagihkan biaya itu ke kamu dengan margin di atasnya. Hasilnya, kamu membayar jaringan yang sama dengan turis lokal, tapi dengan harga yang bisa tiga sampai lima kali lipat lebih mahal.