TAGAR.id, Jakarta - Ketua Umum DPP PKB sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mendorong ekosistem ekonomi pesantren dikembangkan menjadi salah satu pusat penanggulangan kemiskinan.

Cak Imin menilai, ekosistem ekonomi yang telah terbentuk di pesantren berpotensi dikembangkan dan diperkuat bersama masyarakat sekitar.

“Dari kemenko pemberdayaan sendiri akan mendorong ekosistem yang sudah berjalan di pesantren itu menjadi potensi ekonomi,” tutur Cak Imin saat mengunjungi Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10).

Ia mencontohkan Ponpes Al Falah yang memiliki sekitar 4.500 santri. Menurut dia, jumlah santri yang besar turut membentuk ekosistem ekonomi yang mandiri dan dapat menjadi contoh bagi pesantren lainnya.

“Kekuatan yang kokoh ini bisa diduplikasi menjadi sistem pengelolaan pesantren dan ekosistem ekonomi yang ada di lingkungannya bersama masyarakat,” tuturnya.

Ia juga mendorong pengelolaan ekosistem ekonomi pesantren untuk menjadi salah satu pusat penanggulangan kemiskinan di masyarakat.

“Itu juga akan kita dorong menjadi salah satu pusat penanggulangan kemiskinan, karena apa, karena memutus mata rantai kemiskinan ada dua cara,” kata dia,

Cak Imin menuturkan, pesantren juga berperan dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan dan pemberdayaan.

Melalui pendidikan, Cak Imin menilai santri dapat memperoleh keterampilan dan ilmu yang dapat menjadi bekal untuk meningkatkan taraf hidup.

“Satu pendidikan, jangan lupa pendidikan itu adalah cara untuk memutus mata rantai kemiskinan sehingga anak-anaknya harus dikasih skill, kapasitas, kemampuan dan ilmu tentu saja,” terang Cak Imin.

Sementara pemberdayaan, menurutnya dapat dilakukan dengan memperkuat kurikulum dan ekosistem ekonomi pesantren.

“Ini akan kita dorong agar pesantren-pesantren mampu menjadi pelaku ekonomi yang produktif,” lanjutnya.

Selain mendorong penguatan ekonomi pesantren, Cak Imin juga menyoroti kualitas infrastruktur pesantren di Indonesia.

Ia menuturkan, meski terdapat sekitar 40 ribu pesantren di tanah air, tetapi menurutnya baru sekitar 1 persen yang memiliki infrastruktur berkualitas.

“Ada empat puluh ribu pesantren di tanah air. Hanya satu persennya saja yang berkualitas dari sisi infrastruktur, bangunan kayak sekarang ini di Al Falah ini sangat bagus,”bebernya.

Karena itu, ia pun mengajak pesantren untuk melakukan transformasi, termasuk mempertimbangkan penggabungan apabila pengelolaannya dinilai kurang efektif.

“Di Hari Santri ini jadikan momentum untuk berbenah. Kalau perlu yang kelihatannya tidak efektif dimerger, misalnya. Sehingga jumlah 40 ribu itu nanti kita dorong untuk menjadi pesantren-pesantren yang berkualitas,” harap Cak Imin.