Editor : Mila Yefriza
Bio Farma Dorong Percepatan Sertifikasi Kompetensi di BUMN, Tegaskan Pentingnya Standar SDM dan Tata Kelola yang Profesional. (Foto: Tagar/Dok Bio Farma)
Bio Farma Dorong Percepatan Sertifikasi Kompetensi di BUMN, Tegaskan Pentingnya Standar SDM dan Tata Kelola yang Profesional
27 November 2025 | 13:16

TAGAR.id, Jakarta -  PT Bio Farma (Persero) menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia BUMN melalui percepatan sertifikasi kompetensi. Hal ini disampaikan oleh Komisaris Bio Farma, dr. Relly Reagen, dalam Forum Komunikasi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BUMN yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) di Jakarta.

Forum yang diikuti oleh perwakilan 20 LSP BUMN, termasuk LSP Holding BUMN Farmasi, bertujuan untuk harmonisasi penerapan Sistem Sertifikasi Kerja Nasional di lingkungan BUMN. Dalam sambutannya, dr. Relly Reagen menegaskan bahwa peningkatan standar kompetensi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis bagi BUMN dalam menghadapi tantangan tata kelola dan transformasi bisnis.

“Percepatan sertifikasi kompetensi di lingkungan BUMN dan pemerintahan merupakan fondasi untuk penguatan kualitas SDM. Standar yang jelas dan terukur adalah kunci untuk memastikan tata kelola perusahaan negara berjalan lebih efektif, profesional, dan berkelanjutan,” ujar dr. Reagen.

Sebagai pemegang saham, Danantara Indonesia juga memiliki peran sentral dalam memastikan penerapan standar dan kualifikasi khusus melalui 20 LSP BUMN yang telah beroperasi saat ini. Menurutnya, ke depan proses seleksi berbagai posisi strategis, termasuk jabatan Direksi (BOD) dan level manajerial, perlu dilakukan berbasis sertifikasi profesional untuk memastikan kecakapan dan integritas pemimpin BUMN.

Ia juga menambahkan bahwa setiap LSP BUMN harus memiliki program pelatihan yang terstandar, relevan dengan kebutuhan industri BUMN, serta terkalibrasi dengan kompetensi risiko di masing- masing sektor. Selain daripada itu, dr. Reagen menyoroti pentingnya penataan ulang struktur dan kompetensi SDM, terutama bagi jabatan yang terkait langsung dengan pengelolaan fungsi manusia.

Artikel Asli