Editor : Mila Yefriza
Kepala Divisi Perencanaan & Strategi Bio Farma, Dicky Mahardika bersama CEO Fapon Indonesia, Dyah Juliana setelah sesi penandatanganan perjanjian kerjasama. (Foto: Tagar/Dok Bio Farma)
Bio Farma dan Fapon Bioindustries Indonesia Perkuat Kemandirian Kesehatan Nasional Melalui Kerja Sama Pengembangan IVD
11 December 2025 | 19:15

TAGAR.id, Jakarta - PT Bio Farma (Persero) resmi menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT Fapon Bioindustries Indonesia, anak usaha dari Fapon Biotech, dalam pengembangan serta produksi produk In-Vitro Diagnostics (IVD) di Indonesia. Penandatanganan kerja sama berlangsung di Kantor Pusat Fapon Biotech, Dongguan, Provinsi Guangdong, Republik Rakyat Tiongkok.

Kolaborasi ini menjadi langkah strategis Bio Farma dalam memperkuat kemandirian industri kesehatan nasional, khususnya di bidang diagnostik, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor. Penguatan kapasitas produksi IVD di dalam negeri dinilai krusial dalam mendukung ketahanan sistem kesehatan nasional secara berkelanjutan.

Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Kepala Divisi Perencanaan dan Strategi Bisnis Bio Farma, Dicky Mahardhika Taryono, bersama CEO Fapon Indonesia, DyahJuliana Pudjiati. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat penguasaan teknologi diagnostik di dalam negeri sekaligus memperkuat struktur industri kesehatan nasional.

Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun kemandirian kesehatan nasional.

“Kami sangat menyambut baik kerja sama dengan Fapon untuk membawa metode dan teknologi produksi IVD ke dalam negeri. Inisiatif ini akan memperkuat kapabilitas Bio Farma dalam memproduksi perangkat diagnostik mutakhir guna memenuhi kebutuhan layanan kesehatan nasional,” kata Shadiq.

Artikel Asli