TAGAR.id, Jakarta - Traveling dalam negeri sering terasa lebih aman di kantong dibanding liburan ke luar negeri. Bahasanya sama, makanannya familiar, dan jarak tempuh lebih dekat. Tapi ada satu pos pengeluaran yang hampir selalu membengkak tanpa disadari, yaitu biaya makan dan jajan.
Banyak orang merencanakan transportasi dan penginapan dengan rapi, lalu berpikir urusan makan bisa mengalir saja. Di sinilah kejutan sering terjadi. Pengeluaran kecil yang dilakukan berulang kali justru membuat total biaya liburan melonjak.
Saat liburan, ritme makan berubah. Kamu tidak lagi makan di jam yang sama seperti hari kerja. Sarapan bisa bergeser jadi brunch, lalu ditutup dengan makan malam yang lebih panjang. Di sela sela itu, selalu ada kopi, camilan, atau jajanan khas daerah yang sayang untuk dilewatkan.
Harga makanan di destinasi wisata juga cenderung lebih tinggi. Warung yang lokasinya strategis sering mematok harga di atas rata rata. Ditambah lagi, suasana liburan membuat kamu lebih permisif. Rasanya wajar untuk jajan lebih sering karena ini momen bersenang senang.
Saat traveling, otak bekerja dengan mode yang berbeda. Kamu ingin mencoba hal baru, termasuk makanan lokal yang sedang viral. Ada dorongan untuk mencicipi semuanya karena takut menyesal jika melewatkan.