TAGA.id, Jakarta – PT Bank Digital BCA (BCA Digital) berkolaborasi dengan Food Bank Indonesia (FBI) menjawab tantangan darurat sampah makanan di Indonesia lewat aksi nyata. Melalui gerakan pemulihan pangan (food recovery), kolaborasi ini berhasil mengoptimalkan bahan pangan berkualitas yang belum terserap pasar, menjadi 500 porsi makanan sehat bagi pengemudi ojek online dan Lansia di kawasan Jakarta Pusat.
Program ini dilaksanakan secara serentak di empat titik distribusi strategis, yakni area sekitar Stasiun Cikini, Stasiun Gondangdia, Dapur Paud Kenanga Cikini, dan Dapur Masjid An-Nur Menteng pada awal Januari 2026. Aksi ini diinisiasi BCA Digital sebagai respons strategis terhadap kondisi manajemen sisa pangan di Indonesia yang menempatkan Indonesia sebagai negara penghasil sampah makanan terbanyak di Asia Tenggara.
Berdasarkan laporan Food Waste Index Report 2024 dari United Nations Environment Programme (UNEP), Indonesia menghasilkan sedikitnya 14,73 juta ton sampah makanan per tahun. Data nasional dari SIPSN memperkuat temuan ini dengan mencatat dari total 34,21 juta ton timbulan sampah yang dihasilkan pada 2024, sebesar 39,25% merupakan sampah sisa makanan. Dominasi sampah organik ini mencerminkan inefisiensi ekonomi yang masif, di mana Indonesia diperkirakan kehilangan potensi ekonomi sebesar Rp213 hingga Rp551 triliun setiap tahunnya akibat Food Loss and Waste.
Kondisi ini perlu mendapat perhatian. Merujuk data Badan Pangan Nasional, sampah makanan di Indonesia sebenarnya mampu menghidupi 29-47 persen populasi jika dikelola dengan baik. Tidak hanya berdampak secara ekonomi dan sosial, sisa pangan yang membusuk di TPA menyumbang emisi gas metana yang signifikan. Kontribusinya sekitar 7,29% rata-rata emisi gas rumah kaca tahunan nasional. BCA Digital memandang bahwa setiap kilogram makanan yang terselamatkan adalah langkah nyata dalam menekan laju pemanasan global sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.