Editor : Syaiful W Harahap
Aziz Narang (Foto: Dok/Ist)
Aziz Narang Tanggapi Posisi Menteri Bahlil Lahadalia Sebagai Menteri Terburuk Versi Celios
31 October 2025 | 4:45

TAGAR.id, Jakarta - Rilis penilaian publik Celios yang menempatkan Bahlil Lahadalia  sebagai “menteri terburuk” dengan skor minus 151 dan bahkan menyentuh minus 1.300 dalam dimensi tertentu.

Menanggapi itu, Azis Narang, kader muda Partai Golkar yang juga Wasekjen SOKSI, organisasi pendiri Partai Golkar, menyatakan penilaian publik oleh lembaga survey dan kajian publik yang kredibel itu sontak jadi goncangan reputasi yang bukan hanya personal, tetapi jauh lebih berat: reputasi Partai Golkar.

Ini karena BL hari ini tidak semata Menteri ESDM, tetapi juga Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar. Jabatan Ketum dalam tradisi Golkar bukan sekadar administratif karena ia adalah simbol moral, wajah politik, dan proyeksi kredibilitas institusi partai di mata rakyat. Hal ini disampaikan Azia kepada wartawan di Jakarta pada Selasa, 28/10/2025, malam.

Azis melanjutkan, penilaian yang merupakan “market signal” dari rakyat itu memicu munculnya pertanyaan publik yang tidak bisa dihindari: ketika Ketua Umum partai melorot ke titik citra terendah dalam cabinet:

  • Apakah Partai Golkar telah kehilangan standar meritokrasi?
  • Apakah itu berarti ideologi dan marwah partai ikut merosot?
  • Apakah doktrin “karya kekaryaan” dan “build the nation” yang menjadi DNA Golkar sejak lahir tahun 1964 kini berubah menjadi ironi?
  • Apakah kredibilitas politik Partai Golkat di hati rakyat telah tercederai?

Bila pertanyaan-pertanyaan ini dibiarkan hidup di ruang publik tanpa respons strategis, maka efek elektoral Golkar -terutama menghadapi Pileg dan Pilkada serentak mendatang- bukan lagi potensi, tapi ancaman. Karena itu, diam bukan pilihan netral bagi para kader karena diam adalah risiko. “Bukan hanya beban elektabilitas, tapi potensi delegitimasi moral jangka panjang,” ujar Azis.

Artikel Asli