TAGAR.id – Angka kematian akibat penyalahgunaan Narkoba (narkotika dan bahan-bahan berbahaya) di Jerman masih berada pada tingkat tertinggi sepanjang masa. Korbannya juga semakin muda. Banyak kematian berkaitan dengan zat baru yang semakin berbahaya, seperti opioid sintetis. Helen Whittle melaporkannya untuk Deutsche Welle (DW, 10/7/2026).
Berbicara di klinik kecanduan opioid* Patrida di Berlin, Komisaris Narkoba Federal Jerman, Hendrik Streeck, mengaku sedih harus kembali menyampaikan angka terbaru jumlah kematian terkait Narkoba di Jerman. Pengumuman itu baginya telah menjadi semacam "ritual tahunan." Namun, ia terkejut melihat meningkatnya jumlah korban dari kalangan muda.
Pada tahun 2025, sebanyak 2.150 orang tewas di Jerman akibat penyalahgunaan Narkoba. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 2.137 kematian, dan mendekati rekor tertinggi sepanjang masa pada 2023 dengan 2.227 kematian.
Sekitar satu dari empat korban berusia di bawah 30 tahun (528 orang), meningkat 53 persen dibandingkan 2021. Sebanyak 106 korban berusia di bawah 20 tahun, hampir dua kali lipat dibandingkan angka pada 2021. Rata-rata usia korban adalah 40,6 tahun. "Banyak dari anak-anak muda ini belum mampu memahami sepenuhnya risiko yang mereka hadapi," ujar Streeck.
Streeck, seorang dokter sekaligus anggota parlemen Bundestag dari partai konservatif Kristen Demokrat (CDU), menyebut tekanan kejiwaan dan krisis transisi hidup sebagai kemungkinan faktor yang mendorong penggunaan Narkoba di kalangan muda. Namun, ia juga menyebut rasa penasaran dan sembrono sebagai faktor lainnya.