TAGAR.id, Jakarta – Batik terus menemukan ruang baru di tengah perubahan gaya hidup masyarakat. Sebagai warisan budaya lokal, batik dilestarikan melalui inovasi para UMKM pengrajin yang menghadirkan karya dalam bentuk fesyen modern, dekat dengan keseharian masyarakat.
Salah satu contohnya adalah kisah Batik Solo Sukses, UMKM Batik yang didirikan Andreas Soetanto di Kota Solo, Jawa Tengah. Berdiri pada 2020, Andreas memberdayakan pengrajin batik di lingkungannya dan berhasil menghadirkan inovasi produk kemeja batik yang menjadi pilihan masyarakat.
Bagi Andreas Soetanto, Pemilik Batik Solo Sukses, batik bukan sekadar kain, melainkan identitas yang patut dilestarikan. Ia bercerita, “Sejak awal, saya ingin menjual produk yang dapat membawa cerita dan makna di setiap motifnya. Tentu penuh tantangan, apalagi ketika pasar lebih banyak mencari produk cepat dan praktis. Namun saya percaya, dengan cara yang tepat, batik tetap bisa dekat dengan generasi muda. Kehadiran Shopee menjadi salah satu cara saya menjaga mimpi itu, lewat Shopee usaha saya bisa menjangkau banyak pecinta batik di berbagai daerah hingga luar negeri. Bahkan, hampir 95 persen dari total penjualan Batik Solo Sukses berasal dari penjualan di platform Shopee.”
Jatuh bangun Andreas ciptakan kemeja Batik berkualitas bersama pengrajin lokal
Berdiri di kawasan Pasar Kliwon, Solo, yang merupakan sentra batik yang sudah terkenal sejak puluhan tahun lalu, pria yang akrab disapa Andre ini memulai usahanya dengan semangat untuk melestarikan warisan budaya sekaligus menjadikannya sumber penghidupan. Awalnya, ia tidak langsung memilih batik sebagai produk utama namun mengeksplorasi mulai dari sarung hingga kemeja koko, untuk melihat produk mana yang paling bisa diterima pasar. Seiring berjalannya waktu, Andreas menyadari bahwa batik memiliki nilai lebih, baik dari sisi budaya maupun keunikan desain.