Editor : Mila Yefriza
Agibot Bawa Teknologi Physical AI keIndonesia, Hadirkan Robot Humanoid hingga Robot Otonom untuk Berbagai Industri. (Foto: Tagar/Dok Agibot)
Agibot Bawa Teknologi Physical AI keIndonesia, Hadirkan Robot Humanoid hingga Robot Otonom untuk Berbagai Industri
14 June 2026 | 15:01

TAGAR.id, Jakarta - Perkembangan Artificial Intelligence (AI) kini mulai bergerak melampaui dunia digital. Setelah beberapa tahun terakhir didominasi oleh chatbot, asisten virtual, dan Generative AI, industri teknologi global mulai memasuki era Physical AI, yaitu kecerdasan buatan yang diwujudkan dalam bentuk robot fisik yang mampu memahami lingkungan, mengambil keputusan, serta menjalankan berbagai tugas secara mandiri.

Tren tersebut menjadi fokus utama Agibot, perusahaan robotikadan embodied AI global yang kini resmi memperluas kehadirannya di Indonesia melalui kemitraan strategis denganPT Denka Pratama Indonesia. Kehadiran Agibot juga didukung oleh PT Robotika Futuristik Indonesia (RFI) yang ditunjuk sebagai official humanoid and robodog rental-leasing partner di Indonesia.

Masuknya Agibot ke Indonesia menandai semakin terbukanya akses terhadap teknologi robotika cerdas yang selama ini berkembang pesat di berbagai negara. Melalui portofolio yang mencakup robot humanoid, robot mobile otonom, robot layanan komersial, hingga sistem tangan robotik berpresisi tinggi, Agibot menghadirkan ekosistem Physical AI yang dirancang untuk berbagai kebutuhan industri, pendidikan, penelitian, hingga sektor komersial.

Robot Humanoid Menjadi Wajah Baru Physical AI

Salah satu fokus utama Agibot adalah pengembangan robot humanoid yang dirancang untuk beroperasi di lingkungan yang dibangun untuk manusia. Berbeda dengan robot industri konvensional yang bekerja di area khusus, robot humanoid dikembangkan untuk berinteraksi secara lebih natural dengan manusia dan lingkungan sekitar.

Melalui seri A3 serta G Series yang terdiri dari G2 dan G2 Air, Agibot menghadirkan generasi robot humanoid yang menggabungkan teknologi AI, sensor canggih, sistem penggerakpresisi, serta kemampuan persepsi lingkungan yang lebih adaptif. Robot-robot ini dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan mulai dari penelitian, edukasi, layanan publik, hingga pengembangan aplikasi AI berbasis interaksi fisik.

Artikel Asli