Semarang, (Tagar 8/12/2018) - Kementerian Perhubungan memastikan tol Trans Jawa ruas Merak-Surabaya siap melayani arus liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Diharapkan dengan koneksi dari ujung barat hingga timur Pulau Jawa ini arus kendaraan akan makin lancar.

"Sebelum tanggal 25 Desember sudah diaktifkan. Merak sampai Surabaya dulu, tahun depan sampai Banyuwangi," ungkap Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi usai acara penutupan diklat pemberdayaan masyarakat (DPM) di Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang, Jawa Tengah, Jumat (7/12).

Menhub Budi Karya mengaku belum tahu persis berapa nominal tarif tol Merak-Surabaya digunakan untuk arus kendaraan liburan Nataru. "Tarifnya nanti Pak Basuki (Menteri PUPR) yang tahu," ujarnya.

Budi Karya mengatakan dengan sudah terhubungnya Merak-Surabaya bisa menjadi alternatif masyarakat menempuh perjalanan liburan Nataru. Dengan demikian arus lalu lintas tidak terfokus di titik yang biasa jadi langganan kemacetan.

Budi Karya SumadiMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menandatangani prasasti peresmian klinik Pratama Bumi Singosari di Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang, Jawa Tengah, Jumat (7/12/2018). (Foto: Tagar/Agus Joko Mulyono)

"Kita harapkan lalu lintas lebih baik karena jalan tol sudah selesai. Kita akan atur truk-truk besar di hari tertentu tidak beroperasi. Dan kita harapkan juga yang pulang lebih terpencar," ujar Menhubi.

Angkutan udara juga disiapkan untuk antisipasi lonjakan penumpang. "Kita harapkan angkutan udara bertambah, jam operasi, jumlah pesawat yang beroperasi. Kita beri slot-slot yang baru kepada air line," jelasnya.

Untuk angkutan laut, persiapan juga dilakukan. Penambahan kapal perintis akan lebih banyak dilakukan di sejumlah wilayah di Indonesia timur dan Sumatera.

"Yang akan ada kenaikan jumlah penumpang tujuan Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Maluku, NTT dan Papua. Saya minta kepada Dirjen Laut untuk memberi tambahan di daerah tersebut dengan angkutan kapal perintis," terangnya.

Diperkirakan, lonjakan penumpang juga akan terjadi di Pelabuhan Tanjung Emas. Selain tujuan Indonesia timur dan Sumatera Utara, peningkatan penumpang juga akan terjadi untuk tujuan Kalimantan.

"Nataru di Semarang ke Kalimantan tidak krusial. Jumlahnya meningkat tapi relatif flat. Dengan jumlah kapal yang ada masih mencukupi," ujar dia.

Dalam kesempatan ini, Budi Karya menegaskan kapal yang tidak layak melayani perjalanan laut tidak boleh jalan. Pasalnya di masa libur Nataru, kontrol kelaikan kapal cenderung melemah seiring target kenaikan jumlah penumpang dari perusahaan transportasi laut.

"Saya sampaikan safety harus utama, penumpang harus diperiksa, manifest, lengkapi life jacket dan bila mungkin lakukan run check khususnya untuk kapal-kapal yang dicurigai tidak fit. Lihat surat kapalnya, kalau tidak baik jangan diperkenankan berjalan," tegasnya. []