Jakarta, (Tagar 3/11/2018) - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto akan menginisiasi sebuah pertemuan antar umat Islam, yang mempunyai masalah kebangsaan.

“Saya akan melakukan suatu langkah untuk menginisiasi pertemuan antar ormas Islam yang mempunyai masalah kebangsaan, terutama masalah ini (pembakaran bendera),” terangnya di Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (2/11).

Sebab, sebuah permasalahan yang berkaitan dengan agama dalam hal ini agama Islam, harus diselesaikan oleh umat Islam juga. Terlebih, tidak bisa kebenaran diutarakan hanya dari satu pihak saja.

“Karena ini tidak bisa diselesaikan secara sepihak. Tidak bisa satu kelompok menjustifikasi, merasa benar, tidak bisa. Ini masalah umat Islam, yang harus diselesaikan oleh umat Islam,” ujar Wiranto, usai menerima perwakilan Aksi Bela Tauhid atau Aksi Demo 211. 

Jika dibiarkan, ia khawatir akan menimbulkan masalah lain yang bisa merugikan. “Jangan sampai masalah ini menyebabkan satu sama lain berbeda pendapat, sampai terjadi sesuatu yang merugikan,” tegasnya.

Pertemuannya dengan perwakilan demo, yaitu Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Slamet Ma' arif, memang belum membuahkan hasil. Namun, ia berjanji akan mengadakan pertemuan lanjutan, dengan mengundang kedua belah pihak.

“Maka untuk pihak-pihak yang terlibat, nanti akan kita undang untuk ikut menyelesaikan masalah ini, sehingga masalah jadi tuntas dan jelas. Dan kita kembali bisa hidup tenang damai rukun,” tandasnya.
 
Sebelumnya, perwakilan aksi demo menyampaikan keinginannya untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Tapi, Jokowi berhalangan hadir, dan digantikan oleh Menkopolhukam Wiranto serta Wakapolri Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Ari Dono Sukmanto. []